LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI UMK.Koe Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Flores

  • 16 Agt 2026 11:13 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan Literasi Sastra Filsafat Lyceum (LSF LYCEUM) Kupang bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.Koe). Kedua organisasi tersebut menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

Aksi berlangsung di kawasan Patung Kirab Kota Kupang, Sabtu 15 Agustus 2026. Dari aksi tersebut, LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI UM.Koe berhasil menghimpun donasi sebesar Rp10.452.000.

Perwakilan BEMJ PBSI UM.Koe, Bang Ben, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk respons cepat mahasiswa terhadap kondisi masyarakat Flores pascagempa. “Kami dari BEMJ PBSI UM.Koe bersama teman-teman komunitas LSF turun ke jalan hari ini sebagai respons cepat terhadap gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores,” ujar Ben.

Ia mengatakan, gempa menyebabkan sebagian masyarakat kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga serta harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi hal yang mendesak.

“Banyak masyarakat yang kehilangan harta benda bahkan nyawa dan sebagian harus mengevakuasi diri. Karena itu, kebutuhan dasar menjadi poin penting yang harus segera kita perhatikan,” katanya.

Ketua LSF LYCEUM Kupang, Faridun, mengatakan keputusan menggelar aksi penggalangan dana diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak gempa yang dirasakan di sejumlah wilayah Flores. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa di Kota Kupang.

“Gempa ini terjadi tidak hanya di satu titik, tetapi hampir di seluruh Pulau Flores sampai ke ujung timur. Itu yang membuat kami harus merespons dengan cepat,” ujar Faridun.

Ia berharap gerakan tersebut dapat mendorong organisasi mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya untuk ikut membantu korban bencana. “Besar harapan kami, aksi galang dana ini bisa memicu teman-teman dari organisasi lain dan pergerakan mahasiswa lainnya untuk ikut merespons. Bencana ini bukan hanya milik masyarakat Flores, tetapi merupakan bencana kita semua. Luka mereka adalah luka kita semua,” katanya.

Faridun menilai kecepatan dalam memberikan bantuan menjadi hal penting dalam situasi bencana. “Semakin cepat kita merespons isu ini, semakin cepat pula bantuan kita bisa tersampaikan kepada mereka,” ujarnya.

Faridun menjelaskan, aksi penggalangan dana direncanakan berlangsung selama sekitar empat hingga lima hari. Namun, penyaluran bantuan dapat dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Untuk target aksi, paling cepat empat sampai lima hari. Kalau dana sudah terkumpul, sebagian bisa segera dikirim terlebih dahulu apabila masyarakat masih dalam proses evakuasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila kebutuhan masyarakat semakin besar, gerakan solidaritas tersebut akan terus dikembangkan. Terkait penyaluran bantuan, LSF LYCEUM Kupang dan BEMJ PBSI UM.Koe akan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak dan masyarakat yang paling membutuhkan bantuan.

Bang Ben mengatakan, apabila dana yang terkumpul cukup besar, tim akan mengutus sejumlah anggota untuk turun langsung ke lokasi terdampak guna mendistribusikan bantuan. “Kalau beberapa hari ke depan dana yang terkumpul cukup banyak, akan diutus beberapa orang dari aliansi atau tim ini untuk turun langsung mendistribusikan bantuan,” katanya.

Menurut Ben, pemetaan diperlukan karena dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah Flores. Dengan pemetaan tersebut, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Kami perlu melakukan investigasi terlebih dahulu mengenai daerah mana saja yang terdampak dan sangat membutuhkan bantuan. Setelah itu, bantuan akan disalurkan secara langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Faridun kembali mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Kupang untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana. “Kami berharap semua elemen masyarakat, khususnya di Kota Kupang, ayo kita bergerak bersama-sama dan merespons cepat persoalan ini. Dari berbagai informasi yang kami terima, masyarakat sangat membutuhkan kebutuhan dasar,” pungkasnya. (JR/Hefri Persli)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....