Pemerintah Siapkan Solusi bagi UMKM yang Tak Kebagian Booth Pameran Pembangunan

  • 12 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Tingginya animo pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ambil bagian dalam Pameran NTT BASTEL 2026 membuat pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif bagi pelaku usaha yang belum kebagian booth. Salah satu pelaku UMKM, Mama Sela dari UMKM Jagung Bakar, mengaku masih menunggu kepastian terkait lokasi berjualan.

Ia mengatakan telah mendaftarkan diri, namun hingga kini belum memperoleh informasi mengenai penempatan booth. “Kami sudah daftar, tetapi belum dapat informasi. Makanya datang untuk menanyakan kepastian tempat,” ujar Mama Sela saat ditemui di Lokasi Pameran Pembangunan, depan Hotel Karper Kupang, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia berharap pelaku UMKM yang telah mendaftar tetapi belum mendapatkan tempat tetap diberikan ruang untuk berjualan selama pameran berlangsung. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi NTT, Drs. Adi E. Mandala, M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah sejak awal menyediakan 200 booth atau tenda secara gratis bagi pelaku UMKM selama 10 hari pelaksanaan pameran.

Namun, jumlah pendaftar ternyata jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Menurut Adi, animo pelaku UMKM hampir mencapai 600 pendaftar.

“Pemerintah tidak mungkin menolak kelebihan ini. Pemerintah punya kewajiban memfasilitasi supaya teman-teman pelaku UMKM yang kelebihan ini tetap bisa berpartisipasi,” kata Adi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 12 Agustus 2026.

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan lokasi dan tenda tambahan. Sejumlah dukungan juga datang dari sponsor, termasuk perbankan dan Bank Indonesia, yang diharapkan dapat menyediakan sekitar 35 hingga 40 tenda tambahan.

Selain itu, bagi UMKM yang belum tertampung, pemerintah memberikan opsi untuk membawa tenda sendiri dan mendirikannya di lahan yang telah disiapkan. “Tempatnya kami fasilitasi dan juga aliran listriknya. Tetapi untuk yang tidak tertampung, silakan membawa tenda, meja, kursi, dan produk masing-masing,” kata Adi.

Pemerintah juga tengah melakukan pemetaan agar satu booth yang semula dirancang untuk dua UMKM dapat diisi lebih banyak pelaku usaha apabila ukuran produk dan kebutuhan ruang memungkinkan. Adi menegaskan, seluruh fasilitas yang disiapkan pemerintah maupun sponsor tidak boleh diperjualbelikan.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan fasilitas gratis tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menyewakan atau menjual kembali tempat kepada pelaku UMKM lain. “Yang kita siapkan maupun yang teman-teman bawa sendiri, itu tidak boleh ada pungutan. Satu rupiah pun tidak boleh,” katanya.

Menurut Adi, keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian penting dari tujuan Pameran NTT BASTEL 2026. Pemerintah berharap aktivitas perdagangan selama pameran dapat menciptakan transaksi ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan penghasilan.

Dengan berbagai opsi tersebut, pemerintah berharap seluruh pelaku UMKM, baik yang memperoleh booth utama maupun yang berada di lokasi tambahan, tetap dapat mengambil bagian dan ikut menyukseskan Pameran NTT BASTEL 2026. Pemerintah memastikan semangat utama pameran bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong geliat ekonomi masyarakat melalui keterlibatan langsung para pelaku UMKM. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....