KPU Kota Kupang Gencarkan Sosialisasi Pemilu, Sasar Pemilih Pemula
- 12 Agt 2026 11:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang terus memperkuat pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepemiluan yang dilaksanakan di Radio Republik Indonesia (RRI) dengan menyasar mahasiswa magang serta siswa yang mengikuti kegiatan Magang di lingkungan RRI pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Kupang, Siti Fatima Arman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KPU untuk memastikan generasi muda memahami pemilu sejak dini. Menurutnya, peserta yang mengikuti kegiatan di RRI tidak hanya berasal dari Kota Kupang.
Sejumlah siswa dan mahasiswa juga berasal dari daerah lain, sehingga sosialisasi tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman mengenai kepemiluan. “Harapan kami, dengan adanya sosialisasi ini, adik-adik yang masuk dalam kategori pemilih pemula bisa mengetahui dengan baik tentang pemilu. Setelah mereka tahu, mereka bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik pada hari pemilihan nanti,” ujar Siti.
Ia mengungkapkan, dalam sesi awal sosialisasi, terdapat sejumlah peserta yang mengaku belum pernah mengikuti proses pemilu. Kondisi tersebut menjadi perhatian sekaligus peluang bagi KPU untuk memberikan pemahaman yang benar kepada generasi yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan pemilu, fungsi dan pentingnya pemilu, penyelenggaraan pemilu, pengertian pemilu secara umum, hingga informasi mengenai pindah memilih. Siti menegaskan, pendidikan pemilih bagi generasi muda tidak semata-mata bertujuan membuat mereka datang ke tempat pemungutan suara.
Lebih dari itu, KPU ingin membangun kesadaran bahwa menggunakan hak pilih merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. “Melakukan penyelenggaraan pemilu itu sebenarnya tugas kita semua sebagai warga negara. Kami sebagai penyelenggara, teman-teman sebagai pemilih,” katanya.
KPU Kota Kupang juga ingin mengubah anggapan bahwa politik dan pemilu hanya menjadi urusan orang dewasa. Menurut Siti, generasi muda perlu memahami sejak awal bahwa mereka memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa melalui hak pilih yang dimiliki.
Karena itu, sosialisasi diarahkan agar pemilih pemula tidak bersikap apatis terhadap politik. Mereka diharapkan mampu menentukan pilihan secara sadar dan bertanggung jawab.
“Outputnya bukan hanya mereka bisa menggunakan hak pilihnya, tetapi bagaimana mereka bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik. Jadi bisa menjadi pemilih cerdas,” katanya.
Pemilih cerdas, lanjut Siti, adalah pemilih yang menentukan pilihan berdasarkan kesadaran dan informasi yang benar, bukan karena paksaan maupun praktik politik uang. “Bukan hanya memilih karena ada paksaan, karena ada politik uang, tetapi mereka tahu bahwa ini tugas saya sebagai warga negara dan saya harus memilih dengan baik dan benar,” kata Siti.
Kegiatan di RRI bukan menjadi satu-satunya agenda pendidikan pemilih yang dilakukan KPU Kota Kupang. Siti mengatakan, KPU telah merencanakan berbagai kegiatan sosialisasi di sejumlah tempat dengan sasaran kelompok pemilih yang berbeda.
Salah satunya adalah kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Aston melalui kerja sama dengan Eston Foenay, anggota DPR RI Komisi II. Selain pemilih pemula yang berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa, KPU Kota Kupang juga memberikan perhatian kepada kelompok pemilih lainnya.
Siti menjelaskan, sasaran sosialisasi mencakup pemilih pemula, pemilih marginal yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi kepemiluan karena faktor ekonomi, geografis maupun faktor lainnya, serta kelompok pemilih rentan. Kelompok pemilih rentan tersebut antara lain lansia, penyandang disabilitas, dan warga binaan.
Bahkan, menurut Siti, mantan anggota TNI dan Polri yang telah pensiun atau tidak lagi aktif juga dapat masuk dalam kategori pemilih pemula apabila memenuhi ketentuan sebagai pemilih. “Jadi KPU Kota Kupang sudah berkomitmen untuk melakukan sosialisasi di beberapa titik seperti ini. Jadi bukan hanya di sini saja,” ungkapnya.
Melalui rangkaian sosialisasi tersebut, KPU Kota Kupang berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu terus meningkat dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Namun, peningkatan partisipasi tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang datang memberikan suara. KPU juga ingin memastikan masyarakat memahami alasan dan tanggung jawab di balik pilihan mereka.
“Kami berharap bahwa dengan banyaknya sosialisasi yang kami lakukan, partisipasi masyarakat terus meningkat. Jadi dari pemilu ke pemilu, partisipasi masyarakat meningkat,” ujar Siti, menegaskan.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memahami pemilu, semakin besar pula peluang terciptanya pemilih yang sadar akan hak dan kewajibannya. Dengan pendidikan pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai kelompok masyarakat, KPU Kota Kupang ingin memastikan bahwa pemilu tidak hanya dipahami sebagai momentum mencoblos, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....