Kemarau Panjang di NTT Berdampak Terhadap Berbagai Sektor

  • 09 Agt 2026 19:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kondisi curah hujan yang rata-rata lebih rendah dari biasanya dan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang perlu menjadi perhatian masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, sanitasi, lingkungan, hingga meningkatkan risiko kebakaran.

“Sektor-sektor yang memiliki kebutuhan air tinggi agar menyesuaikan aktivitas dengan kondisi iklim yang sedang berlangsung. Masyarakat juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan dan ketersediaan air selama periode kemarau,” Kepala Stasiun Klimatologi kelas 1 NTT, Rahmatulloh Adji Ketika berbincang di RRI Kupang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Kondisi kemarau yang panjang juga berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta tetap menjaga lingkungan sekitar.

“Keberadaan embung dan bendungan sebagai tempat penampungan air hujan dinilai sangat membantu dalam menghadapi kondisi kemarau. Pengelolaan sumber daya air juga menjadi penting, termasuk mengatur kapan air harus disimpan, ditampung, maupun disalurkan sesuai kebutuhan,” katanya.

Adji mendorong masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang. Langkah tersebut antara lain menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air, menjaga sumber-sumber air yang tersedia, serta menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi iklim.

“Pemerintah juga diharapkan memastikan masyarakat yang berada di wilayah rawan kekeringan mendapatkan dukungan lebih awal. Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak menunggu sampai kondisi kekurangan air menjadi semakin parah,” ujarnya.

Dengan melakukan antisipasi sejak dini, dampak negatif El Nino dan kemarau panjang diharapkan dapat ditekan. Upaya bersama tersebut diperlukan agar kondisi kekeringan tidak berkembang menjadi situasi yang lebih serius atau krisis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....