Fenomena El Nino 2026 Berpotensi Perpanjang Musim Kemarau NTT
- 09 Agt 2026 19:41 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Fenomena El Nino pada 2026 perlu mendapat perhatian khusus karena terjadi bersamaan dengan musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dan panjang dibandingkan kondisi normal.
Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi kelas 1 NTT, Rahmatulloh Adji di Kupang, mengatakan El Nino telah diprediksi sejak rilis musim pada awal tahun 2026. “Diprakiraan fenomena tersebut berkembang dari kondisi moderat hingga berpotensi mencapai kategori kuat,” katanya saat berbincang di Pro 1 Kupang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Adji menerangkan fenomena ini berkaitan dengan berkurangnya suplai uap air ke wilayah Indonesia, termasuk NTT. Dampaknya, kondisi cuaca di wilayah NTT cenderung lebih kering dan musim kemarau berpotensi berlangsung lebih panjang.
“Kami memperkirakan musim kemarau di NTT masih berlangsung hingga sekitar awal November 2026. Berakhirnya musim kemarau akan ditandai dengan mulai masuknya masa pancaroba dan meningkatnya kembali curah hujan di sejumlah wilayah,” ungkapnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak memahami El Nino sebagai kondisi yang membuat hujan sama sekali tidak terjadi. “Dinamika atmosfer regional dan kondisi atmosfer lokal masih dapat memicu terjadinya hujan di beberapa wilayah,” ujarnya.
Artinya, meskipun El Nino berada pada kategori kuat, hujan tetap berpeluang terjadi pada kondisi tertentu. Faktor-faktor lokal dapat memengaruhi pembentukan awan dan hujan sehingga kondisi cuaca setiap wilayah tidak selalu sama.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim secara berkala. Kewaspadaan terutama diperlukan menghadapi potensi kekeringan yang lebih panjang serta dampaknya terhadap ketersediaan air, pertanian, dan risiko kebakaran hutan dan lahan di NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....