BMKG: NTT Alami HTH Kategori Ekstrem

  • 02 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Nusa Tenggara Timur mencatat sejumlah wilayah telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari. Wilayah tersebut meliputi sebagian Kabupaten Ngada, Ende, Sikka, Lembata, Sumba Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Belu.

Kepala Stasiun Klimatologi, Rahmatulloh Adji di Kupang, Jumat, 31 Juli 2026 melaporkan kondisi tersebut ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang didominasi kategori sangat pendek hingga sangat panjang berdasarkan pembaruan dasarian III Juli 2026. Berdasarkan analisis curah hujan kategori rendah, yakni 0 hingga 50 milimeter per dasarian. Namun, sebagian wilayah Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Sumba Timur, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, serta sebagian Timor Tengah Utara tercatat mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi.

Suhu udara di NTT diperkirakan berkisar antara 17 hingga 32 derajat Celsius. Untuk wilayah dataran tinggi seperti Manggarai dan Ngada, suhu udara berkisar 14 hingga 25 derajat Celsius dengan angin bertiup dari timur laut hingga selatan berkecepatan 20 hingga 50 kilometer per jam. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang berpotensi terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang yang bersifat kering dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim terbaru, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun di sektor pertanian.

Kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau dan angin kencang diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....