Polda NTT Gelar Trauma Healing Terapi USEFT bagi Anak-Anak Konflik di Adonara Timur
- 28 Jul 2026 18:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kepedulian Polri terhadap pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak konflik sosial, kembali diwujudkan melalui kegiatan Trauma Healing dan Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) atau Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique yang dilaksanakan Polres Flores Timur, Senin 27 Juli 2026, di SDK St. Theresia Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Flores Timur, Kompol I Ketut Mastina, S.Sos., sebagai bentuk pendampingan psikososial kepada anak-anak yang terdampak konflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SDK St. Theresia Bele, Suster Martina Lasar, S.Pd., lima personel Polwan Polres Flores Timur, para guru dan staf pengajar, serta sekitar 100 siswa-siswi dari kelas I hingga kelas VI.
Pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari strategi soft approach Polri dalam membantu memulihkan kondisi mental anak-anak yang sempat mengalami ketakutan, kecemasan, trauma, hingga menurunnya semangat belajar akibat konflik yang terjadi di lingkungan mereka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan permainan edukatif, bernyanyi bersama, dan berbagai aktivitas kelompok yang bertujuan membangun kedekatan emosional antara personel Polri dan para siswa serta menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.
Selanjutnya, para peserta mendapatkan sesi Trauma Healing melalui pemberian motivasi, edukasi mengenai pentingnya hidup rukun, toleransi, menjaga persatuan, serta permainan edukatif yang membantu mengalihkan perhatian anak-anak dari pengalaman traumatis yang mereka alami.
Dalam kesempatan tersebut, personel Polres Flores Timur juga memberikan terapi USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique), yaitu metode relaksasi yang dipadukan dengan teknik tapping, pengenalan emosi, dan afirmasi positif. Terapi ini bertujuan membantu anak-anak mengurangi tekanan psikologis, membangun kembali rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat untuk kembali belajar dan beraktivitas secara normal.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak konflik, Polres Flores Timur turut menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas sekolah, buku tulis, alat tulis, dan kotak pensil.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa. Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dan menunjukkan perubahan perilaku yang positif. Mereka mulai berani berinteraksi, terlihat lebih ceria, rasa cemas mulai berkurang, serta semangat belajar kembali tumbuh.
Selain memberikan manfaat bagi pemulihan psikologis peserta, kegiatan tersebut juga semakin mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya dalam penanganan dampak psikologis pascakonflik.(VFZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....