Balai Bahasa NTT Ajak Pelajar Lestarikan Bahasa Daerah

  • 25 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Budhiono, S.Pd., M.A., mengajak generasi muda untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

Ajakan tersebut disampaikan Budhiono saat memberikan sosialisasi kepada peserta Maxim Quiz di Kota Kupang, Jumat 24 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang diikuti para pelajar sebelum memasuki kompetisi.

"Bahasa daerah harus dituturkan dan digunakan. Itu cara paling mudah dan paling murah untuk melestarikannya," Ucap Budhiono, saat di wawancarai RRI.CO.ID.

Ia menegaskan pelestarian bahasa tidak cukup hanya melalui pembelajaran, tetapi juga harus diwujudkan dalam penggunaan sehari-hari. Budhiono mengatakan semakin sedikit orang tua yang mengajarkan bahasa daerah kepada anak-anak mereka. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia bahkan di sejumlah negara lain.

Ia mengingatkan bahwa bahasa daerah akan semakin terancam apabila tidak lagi digunakan oleh masyarakat. Dalam beberapa dekade ke depan, sejumlah bahasa daerah berpotensi punah karena kehilangan penutur aktif.

Menurutnya, Nusa Tenggara Timur memiliki sekitar 72 bahasa daerah yang menjadi kekayaan budaya bangsa. Seluruh bahasa tersebut akan tetap hidup apabila terus dituturkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pewaris budaya.

Melalui sosialisasi ini, Balai Bahasa Provinsi NTT berharap para pelajar semakin bangga menggunakan bahasa Indonesia tanpa meninggalkan bahasa daerahnya. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....