Kasus Kekerasan Anak Perempuan Dorong Pencegahan Hulu Hilir
- 24 Jul 2026 17:17 WIB
- Kupang
RRI.DO.ID, Kupang – Di tengah peringatan Hari Anak Nasional, Plan Indonesia mengingatkan bahwa masih banyak anak perempuan di Indonesia tumbuh dalam ruang yang belum sepenuhnya aman. Berbagai kasus kekerasan seksual, perundungan menunjukkan ancaman terhadap anak perempuan kini semakin kompleks, baik di ruang fisik maupun digital, serta melibatkan pelaku beragam.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastusi mengakui, hasil studi terbaru Plan Indonesia di 2026 mengenai profil dan pola pelaku kekerasan terhadap anak, menunjukkan bahwa sebagian besar kasus justru terjadi di ruang privat.” Pelaku kekerasan paling banyak merupakan orang-orang yang dekat dengan anak, seperti anggota keluarga, pengasuh, guru dan tetangga, hingga pasangan,”Kata Dini Widiastusi, Kamis 23/7/2026.

Temuan lain yang juga menjadi perhatian, Plan Indonesia menemukan bahwa sebagian pelaku kekerasan seksual juga merupakan anak atau remaja. Paparan pornografi sejak dini, minimnya pendidikan mengenai relasi yang sehat dan persetujuan serta normalisasi kekerasan dalam lingkungan pergaulan dan ruang digital membentuk persepsi keliru bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang wajar.
"Setiap kasus yang muncul ke publik adalah alarm bahwa masih banyak anak, terutama anak perempuan yang hidup dalam situasi tidak aman. Studi kami berjudul Girls in Crisis (2026) yang menyoroti anak perempuan dalam situasi bencana Sumatra juga melaporkan 60 persen anak perempuan merasa tidak aman,” ungkapnya.(anna).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....