Ketua Sinode GMIT Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Kehidupan Bergereja

  • 23 Jul 2026 19:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung kehidupan bergereja kembali mendapat apresiasi dari kalangan gereja. Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, menilai perhatian pemerintah terhadap pembangunan rumah ibadah dan kehidupan pelayanan umat merupakan wujud nyata kemitraan yang mampu memperkuat pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Rabu, 15 Juli 2026, yang turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Johanis Mase, para pendeta, tokoh masyarakat, dan jemaat. Menurut Pdt. Samuel B. Pandie, dukungan pemerintah terhadap gereja tidak hanya terlihat melalui pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga melalui komitmen membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan lembaga keagamaan demi kemajuan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah perlu terus dipelihara agar pelayanan gereja dapat berjalan berdampingan dengan program-program pembangunan daerah.

Menurutnya, gereja bukan sekadar tempat beribadah, tetapi juga ruang pembinaan iman yang melahirkan pribadi-pribadi yang mampu hidup dalam kasih, persatuan, dan semangat melayani. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

Pdt. Samuel juga mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno sebagai momentum memperkuat kualitas iman, bukan hanya membangun bangunan fisik. Ia berharap rumah ibadah yang akan dibangun mampu menjadi pusat pelayanan, pembinaan generasi muda, serta pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan gereja dalam berbagai bidang pembangunan. Menurutnya, pemerintah dan gereja memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan pelayanan.

Selain mendukung pembangunan rumah ibadah, Pemerintah Kabupaten Kupang juga berkomitmen membantu legalitas aset gereja melalui koordinasi proses sertifikasi tanah serta mendorong setiap program pembangunan gereja direncanakan secara terstruktur agar dapat diselaraskan dengan mekanisme pembangunan daerah. Apresiasi serupa disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase, yang menilai hubungan harmonis antara pemerintah dan gereja menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Momentum peletakan batu pertama Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno akhirnya tidak hanya menjadi awal pembangunan sebuah rumah ibadah, tetapi juga memperlihatkan eratnya sinergi antara pemerintah dan gereja.

Dukungan yang saling menguatkan tersebut diharapkan terus melahirkan kehidupan bergereja yang semakin berkualitas sekaligus memperkokoh fondasi pembangunan masyarakat Kabupaten Kupang yang religius, rukun, dan berkelanjutan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....