Perumda Air Minum Kupang Perkuat Distribusi Air di Musim Kemarau
- 23 Jul 2026 15:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Memasuki musim kemarau, Perumda Air Minum Kota Kupang memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan melalui berbagai langkah antisipasi. Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan kapasitas produksi air saat ini mencapai 321 liter per detik untuk melayani kebutuhan pelanggan di Kota Kupang.
Menurut Isidorus, kapasitas produksi tersebut berasal dari sumber air permukaan dan puluhan sumur bor yang tersebar di berbagai wilayah. "Sampai sejauh ini dengan kapasitas produksi yang ada, kita berusaha seoptimal mungkin untuk bisa melayani kebutuhan air bersih warga Kota Kupang," ujarnya saat diwawancarai RRI Kupang, Kamis, 23 Juli 2026.
Meski demikian, Perumda mulai merasakan penurunan debit pada sejumlah sumur bor seiring memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan rekayasa pengaliran terutama bagi wilayah yang mengandalkan sumber air tanah. Isidorus menjelaskan rekayasa distribusi dilakukan agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan air meskipun dengan jadwal yang disesuaikan.
"Yang bisa kita lakukan adalah melakukan rekayasa pengaliran dengan mempertimbangkan debit air yang tersedia," katanya.
Untuk memperkuat pelayanan, Perumda bersama Dinas PUPR Kota Kupang juga akan membangun delapan sumur bor baru, ditambah dua sumur bor melalui dukungan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Penambahan sumber produksi tersebut difokuskan pada wilayah tengah dan timur yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, Perumda juga terus menekan angka kehilangan air akibat kebocoran jaringan yang masih berada pada kisaran 27 hingga 28 persen. Isidorus menegaskan setiap laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh tim teknis agar kebocoran segera diperbaiki dan distribusi tetap optimal.
Menghadapi puncak musim kemarau, Perumda mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak sekaligus menyiapkan upaya konservasi air di lingkungan masing-masing.
"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak dan hemat menggunakan air, serta mulai menanam air agar nanti kita bisa panen air," kata Isidorus, mengakhiri. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....