Peringati Hari Kependudukan, BKKBN Gelar Pasar Murah dan Kegiatan Edukatif

  • 21 Jul 2026 20:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Memperingati Hari Kependudukan Sedunia 2026, Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar serangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Berlangsung di halaman Kantor Perwakilan BKKBN NTT, Selasa 21 Juli 2026, kegiatan tersebut meliputi pasar murah, pendampingan pengasuhan anak, serta layanan cek kesehatan gratis.

Pasar Murah. (Foto:RRI/Delvin)

Meski Hari Kependudukan Sedunia diperingati setiap 11 Juli, BKKBN NTT menghadirkan rangkaian kegiatan sepanjang bulan sebagai bentuk kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan kependudukan dan keluarga. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., mengatakan bahwa peringatan Hari Kependudukan Sedunia bukan sekadar mengingat jumlah penduduk, melainkan momentum membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, dr. Mauliwaty Bulo. (Foto: RRI/Delvin)

"Kependudukan bukan hanya soal menghitung jumlah penduduk yang terus bertambah, tetapi bagaimana kita mempersiapkan setiap penduduk menjadi manusia yang berkualitas. Harapan kita, generasi yang ada saat ini dapat menjadi Generasi Emas Indonesia 2045," ujarnya.

Menurut Mauliwaty, Kemendukbangga/BKKBN memiliki tiga fokus utama, yakni kependudukan, pembangunan keluarga, dan keluarga berencana. Seluruh program tersebut dijalankan melalui pendekatan siklus kehidupan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, keluarga dengan balita, remaja, pasangan usia subur hingga lansia.

"Kami ingin memastikan setiap keluarga mendapatkan pendampingan agar mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," katanya.

Ketua Panitia sekaligus Penata Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN NTT, Blandina Luangkaly, SST., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini dikemas dalam tiga layanan utama yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program pertama adalah pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang merah, bawang putih, kacang-kacangan, sayuran, hingga ikan dengan harga terjangkau.

Ketua Panitia sekaligus Penata Keluarga Berencana Ahli Madya BKKBN NTT, Blandina Luangkaly. (Foto: RRI/Delvin)

"Tujuannya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah di tengah kondisi ekonomi saat ini," ujar Blandina.

Selain itu, BKKBN juga menggelar pendampingan peningkatan kualitas pengasuhan anak melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Kegiatan ini diikuti pengelola tempat penitipan anak (TPA), kader Bina Keluarga Balita (BKB), serta para orang tua balita.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai pola pengasuhan yang aman, ramah anak, dan berkualitas guna mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini. Sementara itu, layanan cek kesehatan gratis yang difasilitasi Kimia Farma mendapat antusiasme masyarakat.

Berbagai pemeriksaan kesehatan dasar seperti gula darah dan pemeriksaan kondisi kesehatan lainnya dapat diakses tanpa biaya. "Kami berharap masyarakat bisa melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya sehingga apabila ditemukan gangguan dapat segera ditindaklanjuti," kata Blandina.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Herlyn Silvy Manafe, SP, yang mewakili Kepala Dinas Perindag NTT, mengapresiasi kolaborasi BKKBN dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan pasar murah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Herlyn Silvy Manafe. (Foto: RRI/Delvin)

"Keluarga berkualitas dimulai dari kebutuhan pangan yang terpenuhi. Karena itu pasar murah menjadi salah satu langkah nyata membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi daerah. BKKBN NTT menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi mencetak sumber daya manusia unggul.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor kesehatan, pelaku usaha, dan berbagai mitra, BKKBN berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengasuhan berkualitas, kesehatan keluarga, serta perencanaan kependudukan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....