BMKG: Sejumlah Wilayah NTT Alami Hari tanpa Hujan Ekstrem

  • 21 Jul 2026 20:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Nusa Tenggara Timur melaporkan sebagian wilayah NTT mengalami hari tanpa hujan dengan kategori sangat panjang hingga ekstrem panjang pada Dasarian II Juli 2026. Kondisi tersebut menandakan musim kemarau semakin dominan di sejumlah daerah.

Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji melalui keterangan tertulisnya di Kupang mengatakan secara umum wilayah NTT mengalami hari tanpa hujan dengan kategori sangat panjang, yakni selama 31 hingga 60 hari berturut-turut. Sementara itu, beberapa wilayah telah memasuki kategori ekstrem panjang, yaitu lebih dari 60 hari tanpa hujan.

Ia menambahkan wilayah yang mengalami hari tanpa hujan kategori ekstrem panjang meliputi sebagian Kabupaten Ngada, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sumba Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Belu. Kondisi ini dipengaruhi menguatnya musim kemarau yang sedang berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

BMKG juga mencatat analisis curah hujan Dasarian II Juli 2026 di NTT umumnya berada pada kategori rendah, yakni berkisar 0 hingga 50 milimeter per dasarian. Namun, sebagian kecil wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Ngada, dan Sumba Timur masih mengalami curah hujan kategori menengah, yaitu antara 51 hingga 150 milimeter per dasarian.

Kondisi kemarau yang semakin panjang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijaksana dan menghindari aktivitas pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran.

Adji mengimbau para petani, peternak, serta pemerintah daerah agar menyesuaikan langkah mitigasi dengan kondisi iklim yang berkembang. Antisipasi sejak dini dinilai penting untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian, peternakan, dan kebutuhan air masyarakat.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas. Dengan kewaspadaan dan langkah mitigasi yang tepat, dampak musim kemarau di Nusa Tenggara Timur dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....