Angin Kencang Picu Tiga Rumah Terbakar
- 20 Jul 2026 03:03 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupag – Kebakaran hebat melanda Kompleks Perumahan KPR-BTN Lopo Indah Permai, Kota Kupang, Sabtu 19 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WITA. Kobaran api yang diperparah embusan angin kencang menghanguskan tiga rumah warga dalam satu blok dan memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan warga dan pemilik rumah, saat kebakaran terjadi seluruh rumah dalam kondisi kosong. Salah seorang pemilik rumah mengaku sedang berada di tempat kerja dan baru mengetahui rumahnya terbakar setelah menerima telepon dari warga sekitar.

Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga bersama personel Polsek Maulafa berupaya menahan laju api menggunakan peralatan seadanya. Namun, angin yang bertiup cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berdekatan.
Tim Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang kemudian dikerahkan ke lokasi dengan tiga armada, terdiri atas dua unit mobil pemadam dan satu unit mobil tangki, serta mendapat dukungan mobil tangki milik masyarakat.
Perwira Regu Damkar Kota Kupang, Dionisius Fernandez, mengatakan pihaknya bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan dari warga.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 11 lewat sedikit. Tim langsung menuju lokasi dengan tiga armada. Saat tiba, satu rumah sudah terbakar sekitar 85 persen, sedangkan rumah di sampingnya mengalami kerusakan sekitar 40 hingga 50 persen. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 45 menit bersama bantuan warga," ujarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, personel Polsek Maulafa bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Nusa Tenggara Timur langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar. Selain kerusakan bangunan, sejumlah dokumen penting seperti ijazah dan berkas skripsi milik salah seorang penghuni turut hangus terbakar.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, sementara nilai kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....