Empat Warga Binaan Rutan SoE Jadi Anggota Sidi, Bukti Nyata Pembinaan Kerohanian

  • 13 Jul 2026 08:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti Gereja Musafir Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB SoE pada Ibadah Minggu, 12 Juli 2026. Sebanyak empat orang Warga Binaan resmi diteguhkan sebagai anggota sidi baru setelah menjalani proses pembinaan iman melalui katekisasi selama enam bulan.

Momen peneguhan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di Rutan SoE tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter dan spiritualitas sebagai bekal kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Prosesi peneguhan berlangsung dalam rangkaian Liturgi Bulan Pendidikan dan Peneguhan Anggota Sidi Baru.

Sebelum menerima peneguhan, keempat Warga Binaan telah mengikuti pembelajaran katekisasi secara intensif untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran Kristen sekaligus mempersiapkan diri menjadi anggota gereja yang dewasa dalam iman. Kepala Rutan SoE, Muhamad Nurzaman, menyampaikan apresiasi atas semangat para Warga Binaan dalam mengikuti seluruh rangkaian pembinaan hingga akhirnya diteguhkan menjadi anggota sidi.

"Atas nama keluarga besar Rutan SoE, saya mengucapkan selamat kepada keempat Warga Binaan yang hari ini resmi diteguhkan menjadi anggota sidi. Saya berharap ini menjadi titik awal untuk terus memperkuat iman, memperbaiki diri, serta menjadi pribadi yang lebih baik, baik selama menjalani masa pembinaan di Rutan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

Menurut Nurzaman, pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam program pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk karakter, moral, serta tanggung jawab sosial Warga Binaan agar siap kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Netty A. Neonufa dengan pembacaan Firman Tuhan dari Yakobus 1:2–8 mengangkat tema "Bertekun dan Mengandalkan Tuhan."

Dalam khotbahnya, Pendeta Netty mengajak seluruh jemaat, khususnya para Warga Binaan, untuk memandang setiap pergumulan hidup sebagai proses pembentukan iman.

"Kadang Tuhan bukan sedang menghukum kita, tetapi melalui setiap peristiwa yang kita alami, Tuhan sedang membentuk dan mengajar kita. Setiap orang di tempat ini memiliki cerita hidup masing-masing, namun Tuhan tetap membuka jalan bagi setiap orang yang mau berubah," ujarnya.

Dalam prosesi peneguhan, Pendeta Netty juga mengingatkan para anggota sidi baru agar tetap hidup di dalam Kristus dan menjadi teladan di mana pun mereka berada. "Peneguhan sidi bukanlah akhir perjalanan iman, melainkan awal untuk hidup sebagai murid Kristus yang menjadi berkat bagi sesama," kata Pendeta

Usai ibadah, Kepala Rutan SoE bersama Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, dan Pendeta Netty A. Neonufa menyerahkan Surat Sidi dan Alkitab kepada keempat anggota sidi baru sebagai simbol penguatan iman mereka. Salah seorang Warga Binaan berinisial ES mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti pembinaan kerohanian hingga akhirnya menerima peneguhan sidi.

"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Rutan SoE serta Gereja yang telah membimbing kami selama enam bulan. Peneguhan ini menjadi awal bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan menjalani hidup dengan lebih baik sesuai kehendak Tuhann," ungkapnya.

Melalui program pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Kelas IIB SoE terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis. Pembinaan spiritual menjadi salah satu sarana penting untuk membentuk Warga Binaan yang beriman, berkarakter, serta siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....