Nusra Youth Day III Teguhkan Peran Strategis Orang Muda Katolik
- 06 Jul 2026 22:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Nusra Youth Day (NYD) III tidak sekadar menjadi pertemuan ribuan Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara. Lebih dari itu, kegiatan yang berlangsung di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, menjadi momentum untuk meneguhkan peran strategis kaum muda sebagai agen perubahan bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja", NYD III menghadirkan ruang pembinaan iman, penguatan kepemimpinan, serta mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman dengan semangat pelayanan dan kolaborasi. Penutupan kegiatan pada Minggu, 5 Juli 2026 menandai berakhirnya rangkaian acara, namun sekaligus menjadi awal perutusan baru bagi para peserta untuk kembali ke keuskupan masing-masing membawa semangat membangun komunitas dan lingkungan tempat mereka berkarya.
Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Maximus Regus, menegaskan bahwa Nusra Youth Day bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal bagi kaum muda untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Dalam homilinya, ia mengajak OMK untuk tidak takut menghadapi tantangan zaman, termasuk krisis identitas, kelelahan batin, dan apatisme sosial yang banyak dialami generasi muda saat ini.
Menurutnya, perubahan tidak lahir dari sikap pasif, tetapi dari keberanian untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat. "Dunia tidak berubah dengan komentar di media sosial. Dunia berubah ketika orang muda turun tangan," katanya.
Semangat keterlibatan itu juga mendapat dukungan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia menilai OMK memiliki posisi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui gerakan literasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Gubernur juga mengajak kaum muda menjadi pelopor Gerakan Jam Belajar Masyarakat, mengembangkan budaya membaca di lingkungan keluarga dan paroki, serta memanfaatkan berbagai program pemerintah untuk membangun usaha produktif. Selain itu, ia mendorong OMK mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan politik agar nilai-nilai Kristiani dapat memberi kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Selama penyelenggaraan NYD III, para peserta tidak hanya mengikuti Perayaan Ekaristi, tetapi juga berbagai kegiatan pembinaan, dialog, refleksi, dan pengembangan kepemimpinan. Proses tersebut memperkuat persaudaraan lintas keuskupan sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarkaum muda Katolik di wilayah Nusa Tenggara.
Ketua Koordinator Kepemudaan, Romo Dus Bone, menyebut NYD III sebagai momentum penuh rahmat yang mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen OMK untuk menjadi pribadi yang bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab, termasuk dalam memanfaatkan ruang digital. Dengan berakhirnya Nusra Youth Day III, ribuan Orang Muda Katolik diharapkan tidak hanya membawa kenangan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga membawa komitmen baru untuk menjadi pelopor literasi, penggerak ekonomi kerakyatan, penjaga persaudaraan, dan agen perubahan yang mampu menghadirkan harapan di tengah Gereja dan masyarakat.
Pada penutupan kegiatan juga diumumkan bahwa Keuskupan Labuan Bajo dipercaya menjadi tuan rumah Nusra Youth Day IV pada tahun 2030, melanjutkan estafet pembinaan dan pemberdayaan Orang Muda Katolik di kawasan Nusa Tenggara. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....