Gubernur NTT Ajak OMK Memimpin Literasi dan Ekonomi Kerakyatan
- 06 Jul 2026 22:56 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak Orang Muda Katolik (OMK) menjadi pelopor gerakan literasi sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan sebagai kontribusi nyata dalam membangun Gereja, masyarakat, dan daerah. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu, 5 Juli 2026.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan NTT sehingga tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. "Orang muda harus hadir sebagai pelaku perubahan. Mari membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena memberikan perhatian khusus pada pentingnya membangun budaya literasi di NTT. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari kebiasaan membaca dan belajar sejak dini.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong implementasi Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang dilaksanakan setiap hari pukul 18.00–19.30 WITA. Gubernur berharap OMK menjadi motor penggerak pelaksanaan program tersebut di lingkungan keluarga, paroki, sekolah, hingga komunitas.
"Saya mengajak seluruh Orang Muda Katolik menjadi pelopor gerakan literasi di lingkungan masing-masing. Mari bersama-sama kita sukseskan Gerakan Jam Belajar Masyarakat demi melahirkan generasi NTT yang semakin cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," katanya.
Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, Gubernur juga mendorong kaum muda membangun kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan. Ia mengajak OMK memanfaatkan potensi lokal dan berbagai fasilitas pembiayaan pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Menurutnya, semangat berwirausaha tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT yang terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), pengembangan UMKM, serta perluasan akses pasar melalui NTT Mart agar produk unggulan daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas. "Jadilah pengusaha. Rumah kita bersama, mari kita bangun bersama. Teruslah menjadi anak muda yang produktif," katanya berpesan.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengajak OMK mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan politik. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting agar nilai-nilai Kristiani dapat memberi warna dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan bangsa.
Nusra Youth Day III yang mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja" menjadi wadah pembinaan iman dan kepemimpinan bagi Orang Muda Katolik dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara. Melalui kegiatan tersebut, Gubernur berharap para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk menjadi pelopor literasi, penggerak ekonomi kerakyatan, serta agen perubahan yang membawa manfaat bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....