Dubes RI Tinjau K-SIGN Rote Ndao
- 27 Jun 2026 20:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Pulau Rote mencatat sejarah baru dalam pengembangan industri garam nasional. Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Australia, Doktor Siswo Pramono, pertama kali mengunjungi Kabupaten Rote Ndao.
Kunjungan kerja berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026. Rombongan tiba di Bandara D.C. Saudale dan disambut Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk.
Dubes hadir bersama Managing Director BCI Minerals, M. David Boshof. General Manager BCI Minerals, Tony Pekin, turut mengikuti kunjungan tersebut.
Agenda utama rombongan ialah melakukan pertemuan resmi dan meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau K-SIGN. Kawasan itu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Rote Ndao.
Doktor Siswo Pramono mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao atas fasilitasi kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan industri garam modern.
"BCI Minerals merupakan perusahaan garam terbesar di Australia dengan produksi sekitar lima juta ton per tahun. Kehadiran kami untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam pengembangan industri garam," kata Siswo Pramono.
Siswo menilai sistem industri garam BCI Minerals memiliki banyak kesamaan dengan konsep K-SIGN di Rote Ndao. Kesamaan itu menjadi modal penting membangun kerja sama dan pertukaran pengetahuan.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menyampaikan terima kasih kepada Dubes RI untuk Australia atas dukungan menghadirkan investor berpengalaman. Menurutnya, masukan dari BCI Minerals akan memperkuat pengembangan kawasan industri garam nasional di Rote Ndao.
"Kami berharap saat panen garam di Australia, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat diundang melihat prosesnya secara langsung," ujar Paulus Henuk.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap kunjungan bersejarah tersebut memperkuat investasi dan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi itu diharapkan mempercepat terwujudnya K-SIGN sebagai pusat industri garam nasional yang berdaya saing internasional. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....