FKUB NTT Usung Ekoteologi Maritim Selamatkan Ekosistem Laut
- 26 Jun 2026 00:17 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Ekoteologi Maritim, Lintas Agama, Kelestarian Laut, Kesadaran Ekologis, Kearifan Lokal, Perlindungan Pesisir, Generasi Muda
RRI.CO.ID,Kupang – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melirik isu ekoteologi maritim sebagai gerakan nyata lintas agama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut di wilayah kepulauan tersebut.
Tokoh agama dan tokoh adat dinilai memiliki pengaruh kuat dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada umat.
“Semua agama mengajarkan untuk menjaga alam ciptaan Tuhan dengan bijaksana, bukan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi secara serakah. Kami mendorong agar pendidikan ekologi ini dapat terintegrasi di dalam ajaran agama, baik melalui khotbah maupun literasi keagamaan,” kata Ketua FKUB Provinsi NTT, Prof. Dr. Yuliana Saloso, S.Pi., MP Saloso saat diwawancarai Pro 4 RRI Kupang.
Ia mengungkapkan bahwa kesadaran menjaga laut tidak boleh berhenti di atas kertas atau dalam wacana dialog toleransi saja.
FKUB NTT mengapresiasi langkah Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang telah menginisiasi gerakan peduli laut di Alor, yang menginspirasi FKUB untuk memperluas fokus kelestarian dari darat menuju sektor maritim.
“Masyarakat pesisir NTT umumnya sangat patuh terhadap sanksi adat dan imbauan tokoh agama. Melalui kolaborasi lintas agama, kita bisa mendorong regulasi desa yang melindungi laut dari ancaman penangkapan ikan destruktif (bom ikan) dan isu nasional sampah plastik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Yuliana mengusulkan penerapan kearifan lokal seperti penutupan wilayah perairan secara bergilir (sistem mulung/sasi) di desa-desa pesisir NTT. Saat wilayah laut tersebut dibuka kembali, momentum tersebut dapat dipadukan dengan event pariwisata nasional.
“Jika nilai ekonomi, ekologi, dan kesejahteraan berjalan seiringan, ekosistem maritim akan berkelanjutan. FKUB berkomitmen terus melibatkan generasi muda lintas agama sebagai motor penggerak aksi nyata merawat bumi dan laut NTT,” pungkasnya. (Daten)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....