Peduli Lingkungan, PLN dan BBKSDA Tanam 57.750 Mangrove di Tiga Pesisir NTT
- 26 Jun 2026 00:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan sekaligus percaya Ulang Tahun ke-25 PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), sebuah langkah nyata untuk bumi digelar. PLN UIW NTT meluncurkan program aksi lingkungan berkelanjutan dengan target menanam 57.750 bibit mangrove.
Peluncuran program ini ditandai dengan penanaman simbolis yang dipusatkan di Pantai Muara Abu, Oesapa Barat, Kota Kupang, Jumat 12 Juni 2026. Program restorasi hijau ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang yang berjalan secara bertahap mulai tahun 2025 hingga tahun 2028.
Adapun tiga lokasi strategis pesisir NTT yang menjadi fokus pemulihan ekosistem ini meliputi Pantai Beringin (Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang), Desa Tanah Merah (Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang), dan Pantai Talibura (Kabupaten Sikka).
Aksi masif ini dihadiri langsung oleh General Manager PLN UIW NTT beserta jajaran manajemen. Turut hadir memperkuat sinergi di lokasi acara, yaitu Kepala Seksi Konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Lurah Oesapa Barat, Kepala Desa Tanah Merah, serta Kepala Desa Pantai Beringin.
Semangat kolaborasi kian terasa dengan kehadiran sekitar 250 undangan termasuk karyawan-karyawati PLN yang memadati pesisir, terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, komunitas peduli lingkungan, tokoh adat, serta masyarakat lokal yang antusias menanam hijau pantai.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penanaman puluhan ribu mangrove ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk investasi ekologis jangka panjang PLN demi melindungi ruang hidup masyarakat pesisir di NTT.
"Sebagai Perusahaan Milik Negara komitmen PLN tidak pernah terbatas hanya pada menyediakan energi listrik yang andal," ujarnya.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN mengambil peran aktif di garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Penanaman 57.750 bibit mangrove yang akan berlangsung hingga 2028 ini diharapkan mampu menjadi benteng alami yang efektif mencegah abrasi, memulihkan ekosistem biota laut, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis ekowisata bagi masyarakat lokal.
Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak otoritas konservasi setempat. Kepala Seksi Konservasi BBKSDA NTT, Imanuel Ndun, mengapresiasi PLN atas konsistensi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh insan PLN dalam menjaga wilayah konservasi laut.
Menurutnya, langkah strategis yang dilakukan PLN menjadi contoh nyata dalam upaya korporasi sehingga bisa selaras dengan alam. Restorasi ekosistem mangrove di Pantai Beringin, Tanah Merah, dan Talibura memerlukan konsistensi yang tinggi.
BBKSDA siap mengawal dan bekerja sama agar puluhan ribu bibit yang ditanam dapat bertumbuh optimal dan memberikan dampak ekologis yang luas bagi kelangsungan lingkungan di NTT.
Apresiasi mendalam juga diutarakan oleh Plt. Lurah Oesapa Barat, Natalia Surat Sanga, Ia menilai kehadiran program dari PLN ini memberikan suntikan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk semakin sadar akan pentingnya menjaga kawasan pantai.
"Kami atas nama Pemerintah Kelurahan Oesapa Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada PLN UIW NTT yang telah mendukung kami dalam pelestarian lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem mangrove," ucapnya.
Ia berharap, ke depan program ini bisa terus berkelanjutan dan ditingkatkan sehingga berdampak positif nyata bagi masyarakat.
Aksi penanaman simbolis di Pantai Muara Abu Oesapa ini berjalan khidmat dan penuh antusiasme. Seluruh elemen yang hadir mulai dari manajemen PLN, pejabat kedinasan, hingga ratusan warga bahu-membahu menancapkan anakan mangrove ke dalam lumpur pesisir.
Melalui program berkelanjutan ini, PLN terus membuktikan jalannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya andal dalam menerangi, tetapi juga tulus dan konsisten dalam menghijaukan bumi Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....