Pemkab Kupang Dukung Pelestarian Budaya Berkelanjutan

  • 24 Jun 2026 10:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. Komitmen ini kembali ditegaskan dalam kegiatan penutupan Bulan Budaya dan Bahasa Jemaat GMIT Sontetus Oe’ika di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, bersama tokoh gereja, akademisi, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat. Acara ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pelestarian budaya di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Aurum Titu Eki menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam memperkuat daya tahan sosial masyarakat sekaligus menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkarakter. Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh hanya dilakukan secara seremonial, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia menambahkan, Pemkab Kupang terus mendorong berbagai program yang berkaitan dengan pelestarian bahasa daerah, tradisi leluhur, serta penguatan identitas budaya melalui kerja sama dengan gereja, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya. Kegiatan Bulan Budaya dan Bahasa yang dilaksanakan Jemaat GMIT Sontetus Oe’ika juga dinilai sejalan dengan visi tersebut.

Berbagai kegiatan seperti lomba budaya, workshop bahasa daerah, hingga penelusuran sejarah masyarakat Baumata menjadi bentuk nyata pelestarian budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif. Aurum juga mengapresiasi keterlibatan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dalam kegiatan penelusuran asal-usul masyarakat Baumata.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan akademisi menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Kupang menilai bahwa kekayaan budaya masyarakat, termasuk tradisi dan bahasa daerah, merupakan aset penting yang harus dijaga di tengah arus globalisasi.

Karena itu, berbagai upaya penguatan identitas budaya akan terus diperluas hingga ke tingkat desa dan komunitas. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan kebudayaan masyarakat.

Dengan komitmen tersebut, Pemkab Kupang berharap pelestarian budaya dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus memperkuat jati diri daerah di masa depan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....