Pembangunan Tongkonan Toraja di Kupang Butuh Anggaran Rp1,2 Miliar
- 23 Jun 2026 14:56 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pembangunan Sekretariat Tongkonan Kerukunan Keluarga Toraja di Kabupaten Kupang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pusat kebersamaan, pelestarian budaya, sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat Toraja yang telah lama hidup di Nusa Tenggara Timur.
Ketua Umum Kerukunan Keluarga Toraja NTT, Daud Pulo Mangesa, kepada RRI.CO.ID, Selasa 16 Juni 2026, mengatakan kebutuhan anggaran pembangunan Tongkonan akan dipenuhi secara bertahap melalui semangat gotong royong seluruh warga Toraja yang berada di NTT. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama masyarakat Toraja untuk menghadirkan sebuah rumah bersama yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi ruang persatuan dan kebersamaan.
“Kami yakin, dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, Tongkonan ini akan berdiri sebagai simbol identitas, persatuan, dan berkat bagi semua,” ucap Daud, kepada RRI.CO.ID, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, meskipun pembangunan membutuhkan biaya yang cukup besar, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai melalui dukungan seluruh anggota kerukunan, keluarga besar Toraja, serta para pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat. Daud mengatakan, pembangunan Tongkonan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan sebuah gedung atau sekretariat organisasi.
Lebih dari itu, Tongkonan memiliki nilai filosofis sebagai simbol hubungan kekeluargaan, tempat berkumpul, serta wadah untuk menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur. Menurutnya, masyarakat Toraja yang berada di tanah rantau tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga identitas budaya sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat lokal.
“Kami memang berasal dari Toraja, tetapi kami juga bagian dari masyarakat NTT. Karena itu, Tongkonan ini bukan hanya milik warga Toraja, tetapi menjadi bagian dari kebersamaan dengan seluruh masyarakat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, nantinya Sekretariat Tongkonan akan memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya sebagai rumah persatuan bagi warga Toraja, tempat pelestarian budaya, serta ruang yang dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat luas. Sebagai rumah persatuan, Tongkonan akan menjadi tempat mempererat hubungan antarwarga Toraja dari berbagai latar belakang dan daerah asal.
Sementara sebagai rumah budaya, bangunan tersebut akan menjadi pusat kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian nilai adat dan budaya Toraja. Selain itu, Tongkonan juga diharapkan menjadi rumah berkat, yakni tempat yang terbuka untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pembangunan Sekretariat Tongkonan Kerukunan Keluarga Toraja tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Kaniti, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, dan turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede bersama jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat. Bupati Kupang sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan tersebut dan berharap Tongkonan dapat menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan lintas suku di Kabupaten Kupang.
Pemerintah daerah menilai keberagaman masyarakat merupakan kekuatan pembangunan. Kehadiran berbagai komunitas budaya yang hidup berdampingan menjadi modal sosial dalam menciptakan daerah yang harmonis dan inklusif. Dengan semangat gotong royong, Kerukunan Keluarga Toraja NTT optimistis pembangunan Tongkonan dapat terwujud dan menjadi simbol persatuan, identitas budaya, serta kebersamaan masyarakat Toraja dan seluruh warga Kabupaten Kupang. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....