PLN Nyalakan Listrik Bagi 24 KK Warga Pau di Manggarai Barat
- 23 Jun 2026 14:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Bagi sebagian masyarakat perkotaan, membalik sakelar lampu dan melihat ruangan seketika terang adalah hal yang biasa. Namun, bagi warga Kampung Pau, Desa Benteng Tado, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, kilatan cahaya pertama dari lampu lampu rumah mereka adalah sebuah keajaiban yang telah dinanti selama puluhan tahun.
Mimpi panjang itu akhirnya menjadi nyata setelah PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat melakukan penyalaan perdana jaringan listrik untuk 24 Kepala Keluarga (KK) di dusun terpencil tersebut Sabtu 13 Juni 2026.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen nyata PLN dalam melakukan percepatan elektrifikasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Uniknya, dalam menghadirkan terang di Kampung Pau, PLN mengoptimalkan pemanfaatan Material Return and Warehouse Inventory (MRWI)—sebuah strategi inovatif manajemen aset untuk mempercepat pemerataan akses energi tanpa mengurangi kualitas keandalan.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak akan pernah surut untuk menyalakan harapan di seluruh pelosok NTT, sekecil apa pun desa tersebut. Ia mengungkapkan, hadirnya listrik di Kampung Pau adalah bukti bahwa negara hadir melalui PLN untuk seluruh lapisan masyarakat.
"Kami memahami betul bagaimana perjuangan warga yang telah mendambakan penerangan selama puluhan tahun," kata F. Eko Sulistyono. Eko berharap listrik tersebut tidak sekadar mengusir kegelapan malam, tetapi benar-benar menyinari dan membawa harapan baru serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, menyampaikan bahwa menyalanya listrik di Kampung Pau bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari babak baru bagi kemajuan masyarakat setempat.
“Kehadiran listrik di Kampung Pau diharapkan mampu mendukung aktivitas harian, meningkatkan produktivitas ekonomi rumah tangga, membantu anak-anak belajar dengan lebih nyaman pada malam hari, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap,” kata Eki.
Eki menuturkan, optimalisasi material melalui program MRWI terbukti menjadi solusi taktis dalam memangkas waktu tunggu pembangunan infrastruktur kelistrikan bagi daerah yang sangat membutuhkan.
Momen bersejarah ini pun memantik haru dan perhatian dari berbagai pihak. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Yopi Widiyanti, bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat turut hadir langsung menyaksikan penyalaan perdana tersebut.
Dengan penuh emosional, Yopi menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN atas kerja keras yang tanpa lelah menembus batas geografis demi melayani warga.
“Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada PLN dan seluruh pihak yang telah bekerja keras, sehingga apa yang selama ini menjadi impian besar keluarga besar masyarakat Kampung Pau akhirnya dapat terealisasi. Kini sebanyak 24 pelanggan telah menikmati layanan listrik PLN,” tutur Yopi dengan nada haru.
Yopi mengisahkan, perjuangan membawa tiang dan kabel listrik ke Kampung Pau bukanlah perkara mudah mengingat tantangan medan yang harus dilalui.
“Semua akan indah pada waktunya. Kita belajar bahwa setiap proses membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan kerja keras bersama. Bahkan ada warga yang rela menempuh perjalanan jauh hingga ke Labuan Bajo menggunakan kendaraan bak terbuka demi mengawal dan memperjuangkan harapan ini. Hari ini, perjuangan itu terbayar," tuturnya.
Kini, Kampung Pau tidak lagi terpenjara dalam kegelapan malam. Cahaya yang mulai berpendar dari jendela-jendela rumah warga menjadi simbol bahwa keadilan energi telah menyentuh selatan Manggarai Barat, membawa pesan optimistis tentang masa depan pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang menggeliat, dan kehidupan yang lebih layak bagi generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....