SPMB NTT Dinilai Menjadi Ancaman Bagi Kesehatan Mental Anak

  • 19 Jun 2026 18:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pengamat pendidikan, Dr. Marselus Robot menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru dapat berdampak pada kesehatan mental calon peserta didik. Menurutnya tekanan dapat muncul ketika siswa tidak diterima di sekolah yang diinginkan dan berpengaruh pada kemampuan belajar anak.

“Lalu kemudian anak tidak diterima di sekolah itu, dia kemudian mengalami stress dan itu bisa memiliki efek domino seperti anak mengurangi aktivitas belajar. Anak akan berpikir, kenapa saya sekolah,” kata Akademisi Undana Kupang, Dr. Marselus Robot dalam Obrolan Bapote Pro 4 RRI kupang, Kamis, 18 Juni 2026.

Dr. Marsel Robot mengingatkan dampak sosiologis bagi anak yang mengikuti sistem seleksi ini, sehingga perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Dosen Undana Kupang ini mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat memengaruhi cara bersosialisasi dan memandang diri mereka di tengah masyarakat.

“Ada juga konsekuensi sosiologis dari teman-temannya dan itu yang kemudian menjadi tekanan bagi dia, lalu menerima sekolah dengan cara dia. Kemudian memengaruhi dia dalam menerima sekolah itu tidak sepenuhnya dan terbawa dalam aktivitas belajar, atau kegiatan lainnya dan akan terbawa terus menerus,” ujar Dr. Marsel Robot.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diimbau untuk menyelenggarakan seleksi penerimaan murid baru secara transparan dan adil. Langkah ini dinilai mendesak guna mengantisipasi tekanan psikologis dan dampak sosial bagi calon peserta didik.

“Khusus untuk anak-anak yang berprestasi termasuk yang punya harapan menurut saya sekolah-sekolah tertentu harus dibukakan tes. Penerimaan-penerimaan sekolah favorit harus melalui tes yang lebih transparan, bisa diukur objektivitas, dan seterusnya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....