BP3MI NTT Sudah Berangkatkan Puluhan Perawat Bekerja ke Jerman

  • 14 Jun 2026 20:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memberangkatkan sekitar 30 perawat asal NTT ke Jerman melalui skema Government to Government (G2G) sejak tahun 2021 hingga 2026. Program ini menjadi salah satu upaya membuka akses kerja internasional bagi tenaga kesehatan dari daerah tersebut.

"Khusus untuk penempatan perawat ke Jerman melalui skema G2G, setiap tahun anak-anak NTT yang berangkat sekitar satu sampai dua orang. Dari tahun 2021 sampai dengan 2026 ini kurang lebih sudah 30 orang yang kami kirim ke Jerman," kata Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida di Pro1 RRI Kupang, seperti dirilis dari Youtube RRI Kupang, Minggu 14 Juni 2026.

Suratmi menjelaskan, program G2G merupakan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jerman dalam penempatan tenaga kerja sektor kesehatan. Melalui mekanisme tersebut, para perawat mendapatkan perlindungan dan kepastian prosedur sesuai ketentuan kedua negara.

Selain jalur G2G, BP3MI NTT juga mencatat penempatan tenaga kerja melalui skema point-to-point yang difasilitasi perusahaan. Skema ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk bekerja di luar negeri sesuai kebutuhan pengguna tenaga kerja.

"Sekarang yang sedang kami persiapkan adalah skema Ausbildung, di mana peserta belajar sambil bekerja dan mendapatkan gaji dari pemerintah Jerman. Setelah memenuhi kompetensi vokasi yang dipersyaratkan, mereka akan mendapat dukungan untuk beralih ke visa kerja," ujarnya.

Menurut Suratmi, program Ausbildung merupakan model pendidikan vokasi yang memungkinkan peserta memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi profesional. Selama mengikuti program tersebut, peserta tetap menerima penghasilan sehingga dapat belajar dan bekerja secara bersamaan.

Pada tahap awal, peserta akan menggunakan visa Ausbildung atau visa pelatihan kerja. Setelah menyelesaikan pendidikan dan memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah Jerman, mereka dapat memperoleh rekomendasi untuk beralih ke visa kerja.

BP3MI NTT berharap berbagai skema penempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi muda NTT, khususnya lulusan keperawatan dan pendidikan vokasi lainnya. Selain meningkatkan peluang kerja, program itu juga diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif di pasar kerja internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....