Desira Delita Hadirkan Inovasi Sistem Energi Hibrida Atasi Kemiskinan di NTT

  • 14 Jun 2026 16:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gagasan kreatif terkait pemanfaatan energi terbarukan mengantarkan mahasiswi Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Nusa Cendana, Desira Delita, meraih Juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Fakultas tahun 2025.

Karya ilmiah yang diusungnya berjudul “Pengembangan Sistem Energi Terbarukan Hibrida (Surya-Angin) sebagai Inovasi Penanggulangan Kemiskinan di Wilayah Pedesaan Nusa Tenggara Timur Berbasis SDGs 2030.”

Kepada RRI Pro 2 Kupang pada Selasa, 9 Juni 2026, melalui gagasan tersebut, Desira menawarkan pemanfaatan energi matahari dan angin sebagai sumber listrik alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan. Menurutnya, keterbatasan akses listrik masih menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah NTT.

Gagasan kreatif ini sempat dinilai cukup kontras dan memicu pertanyaan dari dewan juri karena melintasi batas ranah disiplin ilmu politik yang sedang ia pelajari. Namun, Desira menegaskan bahwa masalah ketidakmerataan akses listrik di pedesaan NTT merupakan akar persoalan krusial yang sangat berdampak pada sektor ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.

Melalui karya ilmiahnya, ia menawarkan integrasi energi matahari dan angin sebagai solusi pemenuhan kebutuhan listrik yang ramah lingkungan sekaligus terjangkau bagi warga desa. Penggabungan dua sumber energi terbarukan ini dinilai jauh lebih aman dibandingkan dengan proyek pembangunan energi lain yang berpotensi merusak kelestarian alam lingkungan.

"Sistem surya hibrida ini adalah penggabungan energi matahari dan juga energi angin yang akan menghasilkan energi listrik sehingga udara kita juga bersih bebas dari polusi," kata Desira secara mendalam mengenai keunggulan inovasinya.

Konsep ini dinilai sesuai dengan kondisi geografis NTT yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi serta potensi angin yang besar sepanjang tahun.

Selain menyediakan energi bersih, sistem tersebut juga diharapkan mampu mendukung aktivitas produktif masyarakat desa. Ketersediaan listrik yang memadai dapat membantu pengembangan usaha kecil, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperluas akses pendidikan dan informasi.

“Saya melihat bahwa penanggulangan kemiskinan tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga dengan menghadirkan solusi yang mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan," katanya. "Energi listrik merupakan kebutuhan dasar yang dapat mendorong berbagai sektor berkembang."

Dalam karya ilmiahnya, ia juga mengaitkan gagasan tersebut dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya pengentasan kemiskinan, penyediaan energi bersih dan terjangkau, serta pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, inovasi energi terbarukan harus mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Desira menilai NTT memiliki peluang besar untuk menjadi daerah percontohan pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat. “NTT memiliki potensi matahari dan angin yang sangat besar. Jika dikelola dengan baik, energi hibrida ini dapat menjadi solusi jangka panjang yang ramah lingkungan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujar mahasiswi Ilmu Politik Undana ini.

Bagi Desira, implementasi teknologi ini di lapangan nantinya tetap membutuhkan sentuhan ilmu sosial melalui strategi komunikasi politik yang tepat dan persuasif kepada masyarakat. Pendekatan komunikasi tersebut sangat krusial untuk menjembatani negosiasi pemanfaatan lahan warga agar program pembangunan pemerintah dapat berjalan secara harmonis tanpa memicu penolakan. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....