Bangun Kolaborasi, Dosen CPNS Politani Kupang Edukasi Pengolahan Sampah di SMAN 9
- 05 Jun 2026 15:19 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Suasana SMA Negeri 9 Kota Kupang tampak berbeda pada hari itu. Deretan ruang kelas yang biasanya hanya diisi suara guru dan siswa, kini bertemu dengan wajah-wajah baru para dosen Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, yang datang bukan untuk menguji, melainkan untuk berbagi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh 14 orang dosen CPNS Politani Kupang di lingkungan SMA Negeri 9 berlangsung antusias dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para dosen tidak hanya memberikan edukasi dan motivasi kepada peserta didik, tetapi juga membangun ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Ketua PkM Ignasius Boli Suban, menyatakan tema besar kegiatan pengabdian ini adalah pengolahan sampah, baik yang anorganik maupun yang organik. "Kita akan belajar bagaimana pengolahan sampah yang baik dan benar," ujar Ignasius Selasa, 26 Mei 2026.
Ignasius mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa dan sekolah serta menjadi wujud nyata pendidikan yang berdampak dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 9 Kota Kupang Adelgina N. Liu, mengapresiasinya program tersebut. Menurutnya, program edukasi sampah di sekolahnya bisa menjawab kebutuhan nyata sekolah akan sumber belajar yang lebih beragam dan inspiratif. "Siswa kami mendapat kesempatan bertemu langsung dengan akademisi yang membawa perspektif dunia pendidikan tinggi. Ini sangat berharga," ujarnya dengan penuh semangat.
Di samping itu juga, Humas SMAN 9 Kota Kupang Aprelis A. Kanadjara, menambahkan dimensi strategis dari kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah bukan sekadar formalitas akademis, melainkan fondasi dari ekosistem pendidikan yang adaptif dan siap menghadapi perubahan zaman.
"Komunikasi akademik yang terbangun hari ini adalah investasi jangka panjang," ucap Humas Aprelis. Selama kegiatan berlangsung, suasana interaktif terasa kental. Sesi penyampaian materi diselingi diskusi hangat tentang pengolahan sampah organik dan anorganik.
Pengolahan sampah organik yang berasal dari limbah peternakan, yakni feses sapi, menjadi bokashi. Sementara sampah anorganik yang berasal dari botol bekas air mineral menjadi pot tanaman sayur.
Tak sedikit dari mereka yang mengajukan pertanyaan kritis dan menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap topik yang disampaikan. Kegiatan ini seakan meruntuhkan batas antara dunia SMA dan perguruan tinggi yang selama ini terasa jauh.
Selain pengolahan sampah, para dosen CPNS Politani Kupang juga melakukan penanaman anakan pohon mangga, kelengkeng, dan jambu kristal. Lebih dari sekadar transfer ilmu, program pengabdian ini meninggalkan pesan motivasi yang kuat.
Para siswa diajak untuk bermimpi lebih besar, mempersiapkan diri lebih matang, dan memandang dunia pendidikan sebagai perjalanan panjang yang penuh kemungkinan. Dengan adanya program ini diharapkan kemitraan antara dua lembaga tersebut bisa terus berkelanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....