GMIT Sontetus Oeika Padukan Pelestarian Budaya dan Kajian Akademis
- 05 Jun 2026 10:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pelestarian budaya lokal tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni dan perlombaan, tetapi juga melalui pendekatan akademis yang melibatkan perguruan tinggi. Model kolaborasi tersebut diterapkan dalam penutupan Bulan Budaya di Jemaat GMIT Sontetus Oeika, Klasis Kupang Tengah, Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang, Kamis 4 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung merupakan hasil kerja sama antara Jemaat GMIT Sontetus Oeika dengan Program Pascasarjana Teologi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat upaya pelestarian budaya lokal melalui pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Sontetus Oeika, Pdt. Nyongki Ronalti Dalle, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi penutup Bulan Budaya, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk memahami nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Menurutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan workshop budaya yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, gereja, legislatif, hingga pemerintah.
"Kegiatan ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk belajar dan memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Karena itu kami melibatkan berbagai pihak agar budaya dapat terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ucap Pdt. Nyongki, saat di temui RRI.CO.ID, Kamis 4 Juni 2026.
Ia menambahkan, kolaborasi antara gereja dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat dokumentasi, kajian, serta pengembangan budaya lokal secara berkelanjutan. Melalui pendekatan akademis, berbagai nilai dan kearifan lokal dapat diteliti, dipahami, serta dipromosikan secara lebih luas kepada masyarakat.
Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung. Dengan keterlibatan dunia akademik, pelestarian budaya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari upaya membangun pengetahuan dan memperkuat jati diri masyarakat.
Penutupan Bulan Budaya di Jemaat GMIT SonTetus Oeika menjadi contoh sinergi antara gereja, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam merawat warisan budaya. Diharapkan model kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga budaya lokal tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....