Tukang Tambal Ban Dukung Sensus Ekonomi 2026

  • 03 Jun 2026 14:31 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendapat dukungan dari pelaku usaha kecil di Kota Kupang. Mereka menilai kegiatan pendataan tersebut penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan perkembangan usaha di daerah.

Salah satu dukungan datang dari Petrus Mesah, seorang tukang tambal ban yang sehari-hari menjalankan usahanya di Jalan Amabi, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang. Saat ditemui RRI pada, Rabu 3 Juni 2026 Petrus mengatakan, sensus ekonomi merupakan langkah yang baik karena dapat membantu pemerintah mengetahui kondisi ekonomi masyarakat secara langsung.

Menurut Petrus, data yang diperoleh melalui sensus dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk melihat perkembangan usaha masyarakat dari waktu ke waktu. Melalui pendataan tersebut, pemerintah dapat mengetahui apakah kondisi ekonomi masyarakat mengalami kemajuan atau justru menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian.

"Menurut saya bagus juga, supaya pemerintah bisa tahu perkembangan masyarakat ini seperti apa, ekonominya seperti apa, maju atau mundur, mereka juga bisa pantau dari situ," ucap Petrus.

Ia menilai keberadaan data yang akurat sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan ekonomi. Dengan informasi yang lengkap, pemerintah dapat merancang program yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

Petrus juga berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat memberikan dampak positif bagi usaha mikro yang selama ini menjadi sumber penghidupan banyak keluarga. Menurutnya, pelaku usaha kecil membutuhkan perhatian agar dapat terus bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan ekonomi.

"Semua mudah-mudahan lebih baik dari yang lalu-lalu. Harapan saya, kalau pemerintah mau kasih bantuan atau perhatikan untuk usaha kecil, ya bersyukurlah," ujarnya.

Meski demikian, Petrus menyadari bahwa kebijakan bantuan maupun program pemberdayaan usaha merupakan kewenangan pemerintah. Ia mengaku tetap akan menjalankan usahanya seperti biasa sambil berharap kondisi ekonomi masyarakat terus membaik pada masa mendatang.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan yang dilakukan BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas usaha nonpertanian di Indonesia. Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Melalui partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha, BPS berharap dapat menghasilkan data yang akurat dan berkualitas. Data tersebut diharapkan mampu mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....