Guru Besar Undana Nilai Perpisahan Sekolah Sangat Penting

  • 03 Jun 2026 07:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana), Profesor Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum, menilai kegiatan perpisahan sekolah memiliki makna penting dalam proses pendidikan karena menjadi bagian dari penguatan karakter dan nilai-nilai moral peserta didik.

“Perpisahan bukan sekadar seremoni penutup masa belajar, tetapi merupakan momentum bagi siswa untuk belajar menghargai proses pendidikan yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Karena itu, perpisahan dinilai sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Pendidikan,” kata Prof. Simon saat dialog di RRI Kupang, Senin, 1 Juni 2026.

Ia mengatakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui kegiatan perpisahan, siswa diajarkan untuk mengucapkan terima kasih kepada guru, sekolah, dan orang tua yang telah mendampingi mereka selama menempuh pendidikan.

“Pelaksanaan perpisahan seharusnya tidak dipersoalkan selama dilakukan sesuai aturan dan mendapat pengawasan yang baik. Menurutnya, pemerintah, dinas pendidikan, pengawas sekolah, dan kepala sekolah memiliki instrumen kontrol untuk memastikan kegiatan berlangsung secara sederhana dan tidak membebani masyarakat," katanya.

Selain menjadi wadah ungkapan syukur, perpisahan juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai kepedulian sosial. Salah satunya melalui gerakan pengumpulan seragam atau perlengkapan sekolah yang masih layak pakai untuk disumbangkan kepada siswa yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Prof. Simon menilai momen perpisahan memiliki arti penting dalam membangun ikatan emosional antara siswa dan almamaternya. “Tanpa adanya pelepasan secara resmi, hubungan antara lulusan dan sekolah berpotensi menjadi renggang sehingga mengurangi rasa memiliki terhadap almamater,” katanya tegas.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penetapan biaya tertentu yang berpotensi menimbulkan beban bagi keluarga kurang mampu harus dihindari agar tidak menimbulkan tekanan sosial di tengah masyarakat.

Menurut Prof. Simon, yang perlu diperkuat bukan larangan terhadap nilai-nilai perpisahan, melainkan pengawasan dan pengelolaan kegiatan agar tetap sesuai regulasi. Dengan demikian, tujuan pendidikan untuk membentuk manusia yang berkarakter, beretika, dan memiliki kepedulian sosial dapat tetap terwujud tanpa menimbulkan polemik di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....