Praktisi Pendidikan Nilai Kualitas Lebih Penting dari Sekedar Jam Belajar
- 02 Jun 2026 14:49 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Praktisi dan Konsultan Pendidikan Yahya Ado menilai keberhasilan program Gerakan Meja Belajar yang digagas Pemda Nusa Tenggara Timur tidak dapat diukur semata-mata dari lamanya waktu belajar yang dijalani anak di rumah. Menurutnya, yang lebih penting adalah kualitas pemanfaatan waktu belajar agar benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan anak.
“Kalau kita mengukur kualitas pembelajaran dari lama belajar, itu mungkin akan sulit. Jadi bukan soal anak menggunakan satu setengah jam atau hampir dua jam, tetapi bagaimana waktu itu digunakan secara bermakna dan terkontrol,” kata Yahya Ado, Selasa 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, waktu belajar di rumah seharusnya menjadi ruang bagi anak untuk berdiskusi bersama keluarga, membaca, dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar. Selain itu, anak juga perlu memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi bersama keluarga sebagai bagian dari proses belajar.
Menurut Yahya, kebutuhan belajar setiap anak berbeda sesuai jenjang pendidikan dan tahap perkembangannya. Karena itu, pendekatan dalam pendampingan belajar tidak bisa disamaratakan antara siswa SD, SMP, dan SMA.
“Anak SD tentu membutuhkan pendampingan orang tua yang lebih intensif. Sementara anak SMA cenderung lebih mandiri dan membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi berbagai hal sesuai minat dan kebutuhannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, durasi belajar selama satu setengah hingga dua jam di rumah dapat memberikan dampak positif apabila diisi dengan aktivitas yang berkualitas. Sebaliknya, jika hanya berorientasi pada pemenuhan waktu, kegiatan tersebut berpotensi menjadi beban baru bagi anak.
Karena itu, Yahya berharap implementasi Gerakan Meja Belajar yang digagas Pemerintah NTT melalui Pergub No. 24 Tahun 2026 yang mewajibkan anak-anak untuk belajar di rumah selama 1,5 jam setiap malam lebih menekankan pada penciptaan suasana belajar yang nyaman dan bermakna di lingkungan keluarga. Dengan demikian, tujuan membangun budaya belajar dan memperkuat keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak dapat tercapai secara optimal. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....