Human Initiative Sebar 200 Ekor Sapi Kurban di NTT, Gandeng Peternak Lokal dan PDHI

  • 28 Mei 2026 11:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Menyambut Iduladha 2026, Human Initiative kembali menggulirkan program Sebar Kurban dengan menyalurkan sekitar 200 ekor sapi di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kota Kupang.

Program ini tidak hanya berfokus pada distribusi daging kurban bagi masyarakat membutuhkan, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan ekonomi peternak lokal.

Public Relations Human Initiative Pusat, Ade Lukman mengatakan bahwa Human Initiative merupakan lembaga kemanusiaan berdaya jangkau global yang telah terdaftar di berbagai lembaga nasional dan internasional, seperti Kementerian Sosial RI, Kementerian Hukum dan HAM, hingga lembaga internasional di bawah PBB dan Europe Aid.

“Human Initiative memiliki kantor cabang di lima negara, yakni Jerman, Inggris, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Selain itu, kami juga memiliki 11 mitra representatif di berbagai negara,” ujar Ade Lukman kepada RRI Kupang, Selasa, 26 Mei 2026.

Di Indonesia sendiri, Human Initiative memiliki 13 kantor cabang tingkat provinsi dengan empat fokus utama program, yakni kebencanaan, pemberdayaan ekonomi, program anak dan ibu, serta pembangunan infrastruktur seperti sekolah, jembatan, dan fasilitas air bersih.

Menurut Ade, program Sebar Kurban tahun ini menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya peternak sapi di NTT yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sapi berkualitas di Indonesia.

“Kami bekerja sama langsung dengan peternak lokal. Jadi bukan hanya masyarakat penerima manfaat yang terbantu lewat distribusi daging kurban, tetapi para peternak juga ikut merasakan dampak ekonomi positif,” kata Ade.

Program serupa juga dijalankan Human Initiative di berbagai daerah lain seperti Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan dengan konsep yang sama, yakni menggerakkan ekonomi lokal melalui pembelian hewan kurban dari peternak setempat.

Untuk memastikan kualitas hewan kurban, Human Initiative menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Kolaborasi tersebut dilakukan guna menjamin seluruh hewan kurban sehat, layak konsumsi, dan bebas penyakit.

“Dari sisi kesehatan kami bekerja sama dengan PDHI, sementara dari sisi syariat kami memastikan hewan sudah cukup umur, sehat, dan memenuhi ketentuan kurban,” ujar Ade.

Tak hanya itu, Human Initiative juga menurunkan tim Quality Control (QC) ke berbagai wilayah program untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan kurban. Hewan yang ditemukan sakit atau tidak memenuhi standar akan diganti dengan hewan lain yang lebih layak.

“Kami ingin para donatur merasa tenang saat berkurban melalui Human Initiative. Begitu juga masyarakat penerima manfaat, mereka mendapatkan daging yang sehat dan baik untuk dikonsumsi,” ujar Ade Lukman.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih fluktuatif dan berdampak pada daya beli masyarakat, Human Initiative tetap mengajak masyarakat untuk terus berbagi melalui ibadah kurban.

“Kami berharap ekonomi Indonesia semakin membaik sehingga partisipasi masyarakat dalam program kurban juga meningkat. Semakin banyak yang berkurban, semakin banyak pula masyarakat pelosok yang terbantu dan semakin besar dampak ekonomi bagi peternak lokal,” ucap Ade Lukman, mengakhiri. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....