Semangat Hari Buku Nasional, Bunda Literasi NTT Ajak Bangun Budaya Membaca

  • 27 Mei 2026 16:34 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Peringatan Hari Buku Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Aston Kupang, Senin 25 Mei 2026, Bunda Literasi Provinsi NTT Mindryanti Asty Laka Lena mengajak seluruh elemen masyarakat membangun ekosistem membaca yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Mindryanti Asty Laka Lena menegaskan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, berbicara tentang buku dan perempuan berarti berbicara tentang masa depan generasi bangsa. Anak-anak yang memiliki kemampuan membaca yang baik akan lebih siap menata masa depannya secara mandiri.

“Berbicara tentang buku dan perempuan adalah berbicara tentang masa depan. Anak yang mampu membaca dengan baik akan memiliki kemampuan untuk menata masa depannya sendiri,” ucap Mindryanti Asty Laka Lena kepada RRI.CO.ID, Senin 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kemampuan literasi menjadi pondasi utama dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu, tantangan literasi di NTT saat ini tidak lagi sekadar menjadi isu pendidikan, tetapi sudah menjadi persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Mindryanti menilai budaya membaca harus dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang membuat anak-anak merasa senang membaca, bukan sekadar mampu membaca.

“Hari Buku Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua. Tantangan kita hari ini bukan hanya membuat anak-anak bisa membaca, tetapi bagaimana membuat mereka senang membaca,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membaca akan melahirkan generasi yang lebih kreatif, kritis, dan mampu bersaing di masa depan. Karena itu, pembangunan literasi tidak boleh berhenti pada penyediaan buku saja, tetapi harus menciptakan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi NTT dalam bidang pendidikan dan literasi, Mindryanti tetap optimistis daerah ini memiliki masa depan yang cerah. Optimisme tersebut muncul karena masih banyak guru, pengelola Taman Bacaan Masyarakat atau TBM, serta relawan literasi yang terus bergerak mendampingi anak-anak hingga ke kampung-kampung.

Ia memberikan apresiasi kepada para pegiat literasi yang selama ini bekerja secara sukarela untuk meningkatkan minat baca masyarakat di berbagai daerah di NTT. Menurutnya, dedikasi para relawan menjadi bukti bahwa semangat membangun budaya membaca masih terus hidup di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mindryanti juga mengajak seluruh pihak belajar dari Kabupaten Tana Tidung di Kalimantan Utara yang dinilai berhasil membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan daerah tersebut menunjukkan bahwa budaya membaca dapat tumbuh dengan baik apabila ada dukungan bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Pemerintah dan sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Semua elemen harus bergerak bersama dalam membangun ekosistem literasi,” ujarnya.

Kegiatan peringatan Hari Buku Nasional tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki selaku Bunda Literasi Kabupaten Kupang bersama para Bunda Literasi kabupaten dan kota se-NTT. Selain itu hadir pula Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD dan Ketua TP PKK Kalimantan Utara, unsur Forkopimda, pimpinan OPD se-NTT, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, serta insan pers. (AI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....