Lapas Kupang Sulap Lahan Tandus Jadi Kebun Produktif
- 25 Mei 2026 17:40 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang- Hamparan lahan berbatu karang yang sebelumnya tampak tandus di lingkungan Lapas Kelas IIA Kupang kini berubah menjadi kebun jagung produktif. Melalui program pertanian yang dikembangkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PT Silvano Maynard Jaya (SMJ), lahan seluas kurang lebih dua hektare berhasil menghasilkan sekitar 10 ton jagung pada panen raya yang digelar Jumat, 22 Mei 2026.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Kupang, Yosef Lede, yang hadir dalam kegiatan panen raya di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kupang. Ia mengapresiasi langkah inovatif jajaran pemasyarakatan yang mampu mengubah lahan yang selama ini dianggap tidak produktif menjadi sumber pangan bernilai ekonomi.
“Saya sebagai Bupati Kupang memberikan apresiasi kepada Kanwil Ditjenpas NTT dan Pak Akbar yang hari ini melakukan sesuatu yang luar biasa di kawasan berbatu karang. Ini sesuatu yang bagi sebagian orang mungkin tidak mungkin, tetapi hari ini Ditjenpas membuktikan bahwa yang tidak mungkin bisa menjadi mudah,” ujar Yosef Lede.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Kupang memiliki potensi pertanian yang besar apabila dikelola secara maksimal. Ia juga menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain menghasilkan pangan, program pertanian di lingkungan lapas juga dinilai memberi manfaat sosial melalui pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Para warga binaan dilibatkan langsung dalam proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman jagung.
Bupati Kupang menegaskan bahwa keterampilan tersebut akan menjadi bekal penting bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat. “Sebagai pemerintah daerah, kami memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini bersama warga binaan. Ternyata warga binaan juga mendapatkan pembinaan yang luar biasa, sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman kerja,” kata Yosef.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menjelaskan bahwa program pertanian ini merupakan bagian dari implementasi arahan pemerintah pusat dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga binaan. Menurutnya, lembaga pemasyarakatan kini dituntut tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga mampu menghadirkan program produktif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan kebun jagung di Lapas Kupang akan menjadi motivasi untuk mengembangkan program serupa di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di NTT. Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Sekda Kota Kupang, serta sejumlah mitra kerja pemasyarakatan.
Suasana penuh semangat terlihat saat para tamu bersama warga binaan memanen jagung hasil kerja keras selama beberapa bulan terakhir. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....