PLN Edukasi Layanan Digital dan Keselamatan Kelistrikan di Kecamatan Lewolema

  • 25 Mei 2026 13:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Berkomitmen menjaga kehangatan dan kekhusyukan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka bergerak aktif merangkul para pemangku kepentingan di tingkat tapak. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi tatap muka bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Lewolema yang dipusatkan di Desa Lewobelen, Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta, terdiri dari camat, kepala desa, serta perangkat desa dari berbagai wilayah di Kecamatan Lewolema. Langkah proaktif ini menjadi jembatan bagi PLN untuk mendekatkan pelayanan, mengampanyekan digitalisasi lewat PLN Mobile, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan ketenagalistrikan (K2).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah aparat desa merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab moral perusahaan untuk memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan hak pelayanan yang sama, utamanya menjelang hari besar keagamaan.

"Menjelang Hari Raya Iduladha, fokus kami bukan hanya memastikan keandalan pasokan listrik di sisi teknis, melainkan juga menyentuh sisi humanis pelayanan itu sendiri," ujarnya.

Melalui sinergi dengan para kepala desa di Lewolema, PLN memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan rasa aman, nyaman, dan tenang. Kehadiran aplikasi PLN Mobile di genggaman warga dan pemahaman yang baik tentang keselamatan listrik adalah kunci utama mewujudkan kenyamanan tersebut.

Dalam sosialisasi tersebut, PLN mengupas tuntas berbagai fitur andalan aplikasi PLN Mobile. Mulai dari kemudahan pembelian token dan pembayaran tagihan, pengajuan pasang baru atau tambah daya, hingga sistem pengaduan gangguan yang kini jauh lebih cepat dan transparan karena dapat dipantau secara real-time.

Tak hanya digitalisasi, edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan juga menjadi poin krusial. PLN mengingatkan warga akan potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, seperti penggunaan instalasi yang tidak standar, aktivitas bermain layang-layang dekat jaringan, hingga pemangkasan pohon secara mandiri yang berisiko menyentuh kabel bertegangan tinggi.

Sebagai bentuk adaptasi gaya hidup modern yang ramah lingkungan, PLN juga memperkenalkan efisiensi penggunaan kompor induksi. Manager PLN ULP Larantuka, Yufenalis Irovanto Malar, menambahkan bahwa kepala desa dan perangkatnya merupakan mitra strategis sekaligus perpanjangan tangan PLN di lapangan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara PLN, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa adalah energi utama kami agar edukasi ini berdampak nyata. Kami ingin masyarakat menikmati listrik tidak hanya secara produktif, tetapi juga dengan cara yang aman,” kata Yufenalis.

Apresiasi mendalam datang dari Camat Lewolema, Hendrikus Amalebe Tokan. Ia menilai langkah jemput bola yang dilakukan PLN ULP Larantuka sangat tepat momentumnya. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN. Sosialisasi ini sangat menyentuh kebutuhan warga kami. Dengan pemahaman langsung ini, para kepala desa bisa meneruskan informasi ke tingkat RT/RW, sehingga masyarakat tahu bagaimana cara melapor dengan cepat lewat PLN Mobile dan bagaimana menjaga lingkungan mereka agar bebas dari bahaya listrik,” kata Hendrikus.

Melalui kolaborasi erat ini, PLN ULP Larantuka berharap tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan layanan digital dan keselamatan kelistrikan semakin kokoh, demi terwujudnya ekosistem kelistrikan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di bumi Flores Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....