Bupati Sumba Barat Tekankan Disiplin ASN dalam Pengendalian Inflasi

  • 25 Mei 2026 12:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Bupati Yohanis Dade memimpin rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, serta pejabat teknis di Aula Kantor Bupati Sumba Barat, Senin, 25 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan disiplin aparatur, dan mempercepat sistem pelaporan pemerintahan daerah.

Dalam arahannya, Bupati menyoroti persoalan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pejabat eselon IV di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang masih ditemukan sering tidak masuk kantor. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan tugas penertiban daerah. Ia meminta seluruh pimpinan OPD melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kehadiran dan kinerja pegawai.

Selain disiplin ASN, pengendalian inflasi juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Bupati meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih cepat dan responsif dalam menyampaikan data serta langkah penanganan inflasi kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.

Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap kualitas pelaporan program dan hasil perjalanan dinas. Setiap pejabat yang mengikuti kegiatan di luar daerah diwajibkan melaporkan hasil rapat dan tindak lanjut kepada pimpinan. Menurutnya, ketepatan waktu dan kualitas laporan sangat menentukan evaluasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah, termasuk dalam pelaksanaan program Rumah Layak Huni dan pembangunan kawasan permukiman.

Dalam sektor penataan kota, pemerintah daerah menegaskan kebijakan pemindahan aktivitas perdagangan dari Pasar Lama ke Pasar Baru demi menciptakan keteraturan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara di sektor peternakan, Dinas Peternakan diminta segera melakukan pendataan KTP ternak serta menjaga ketersediaan kuda Sumba untuk mendukung pelaksanaan tradisi Pasola. Bupati menilai penataan administrasi ternak penting untuk menjaga stok dan pengawasan hewan ternak daerah.

Menutup rapat, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja secara tulus dan profesional demi kemajuan Kabupaten Sumba Barat. Ia juga meminta para camat dan kepala desa mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam jagung guna meningkatkan ekonomi rumah tangga.

Pemerintah daerah bersepakat bahwa untuk menindak lanjuti kesepakatan yakni setiap OPD wajib menyusun rencana perbaikan pelaporan dalam waktu 14 hari serta mempercepat pendataan ternak dan sosialisasi penanaman jagung di masing-masing wilayah. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....