Guru SRMP 19 Kupang Jemput Bola Anak Putus Sekolah jelang Tahun Ajaran Baru

  • 18 Mei 2026 10:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang menerapkan strategi jemput bola untuk menjangkau anak-anak putus sekolah menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Para guru turun langsung ke lingkungan masyarakat guna mencari dan mengajak kembali anak-anak dari keluarga rentan agar melanjutkan pendidikan.

Berbeda dengan sekolah reguler yang mengandalkan sistem pendaftaran daring, SRMP 19 Kupang memilih pendekatan langsung ke lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau anak-anak yang terkendala ekonomi maupun administrasi sehingga tidak terakomodasi dalam sistem penerimaan umum.

Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, serta tokoh masyarakat setempat untuk memetakan keberadaan anak usia sekolah yang sudah tidak aktif belajar. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena mampu menyentuh langsung kondisi sosial keluarga calon peserta didik.

Kepala SRMP 19 Kupang, Felipina Agustina Kale, S.Pd., M.Pd. dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Senin, 18 Mei 2026 mengatakan, sekolah rakyat hadir sebagai jembatan pendidikan bagi anak-anak yang hampir kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan ekonomi.

“Kami tidak menunggu mereka datang mendaftar secara formal, tetapi para guru kami yang bergerak aktif ke pemukiman warga untuk menyisir anak-anak yang putus sekolah. Fokus utama kami adalah memastikan bahwa kuota bantuan pendidikan ini benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan,” ujar Felipina.

Ia menjelaskan, proses penerimaan siswa dilakukan melalui verifikasi administrasi hingga peninjauan langsung ke rumah calon peserta didik. Cara tersebut bertujuan memastikan penerima program benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu.

“Proses penerimaan dilakukan melalui verifikasi berkas dan peninjauan langsung ke rumah calon peserta. Untuk tahun ajaran 2026/2027 ini siswa yang akan masuk sesuai target dari Kementerian Sosial sekitar 270 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA masing-masing dengan jumlah 90,” katanya.

Selain pendidikan gratis, SRMP 19 Kupang juga berupaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar siswa seperti seragam, buku, dan alat tulis. Dengan persiapan sarana belajar dan pelatihan kurikulum terbaru bagi tenaga pendidik, sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, adaptif, dan inklusif bagi para siswa baru. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....