Pelaksana Tugas Kadis Peternakan Kabupaten Kupang Ungkap Kendala Sensus Ternak

  • 17 Mei 2026 17:53 WIB
  •  Kupang

RRI. CO. ID, Kupang - Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Peternakan terus melakukan peremajaan data populasi ternak guna memastikan akurasi data peternakan di daerah tersebut. Pendataan dilakukan secara door to door dengan melibatkan petugas lapangan dan mahasiswa untuk menjangkau seluruh peternak di wilayah Kabupaten Kupang.

Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Oktaviana A. Manulangga mengatakan proses pendataan saat ini menghadapi berbagai tantangan karena bertepatan dengan musim panen. Banyak petani yang juga berprofesi sebagai peternak sedang berada di kebun sehingga petugas harus kembali melakukan kunjungan ulang ke rumah-rumah warga.

“Petugas kami dan mahasiswa ketika pergi ke rumah-rumah untuk pendataan lebih banyak tidak bertemu dengan petaninya karena mereka sedang panen. Akibatnya petugas harus kembali lagi melakukan kunjungan berikutnya,” ujar Oktaviana.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan pendataan tersebut dilakukan tanpa dukungan pembiayaan khusus sehingga para petugas harus bekerja dengan keterbatasan yang ada. Meski demikian, petugas tetap menjalankan tanggung jawab untuk mendata seluruh peternak di Kabupaten Kupang secara langsung dari rumah ke rumah.

Selain kendala teknis di lapangan, Oktaviana menyebut masih ada peternak yang menolak ternaknya didata oleh petugas. Kondisi tersebut membuat petugas harus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sensus ternak bagi pembangunan sektor peternakan dan ketepatan program pemerintah.

“Banyak juga peternak yang tidak mau jujur memberikan data kepemilikan ternaknya. Misalnya sapi mereka ada sepuluh ekor tetapi yang diakui hanya dua ekor yang terlihat di depan rumah,” katanya.

Menurutnya, ketidakjujuran dalam pelaporan jumlah ternak dapat berdampak pada rendahnya data populasi ternak di Kabupaten Kupang. Padahal data yang akurat sangat dibutuhkan sebagai dasar penyusunan kebijakan, distribusi bantuan, hingga pengembangan sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....