Inflasi Pasca Lebaran di Sumba Barat Rendah
- 12 Mei 2026 05:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Forkopimda mengikuti Zoom Meeting Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang berlangsung di ruang rapat Bupati Sumba Barat, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi nasional.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri Kepala BKAD, Wakil Ketua II DPRD, Dandim 1316 atau yang mewakili, pihak Kejaksaan, Kepala Dinas Koperindag, Kepala BPS, Kabag PSDA, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pengendalian inflasi di Kabupaten Sumba Barat.
Dalam pemaparannya, Direktur BPS Sarpono menyampaikan bahwa inflasi pasca Lebaran 2026 secara umum lebih rendah dibandingkan sebelum Lebaran. Meski demikian, beberapa komoditas strategis seperti cabai merah, minyak goreng, gula pasir, dan beras masih mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Nawandaru Dwiputra meminta pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama melalui distribusi beras SPHP dan minyak goreng di pasar rakyat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Pejabat Senior Bulog Epi Sulandari menjelaskan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton dan distribusinya terus ditingkatkan di wilayah yang mengalami kenaikan harga. Pemerintah berharap ketersediaan stok pangan yang memadai dapat membantu menjaga stabilitas harga di berbagai daerah.
Usai mengikuti rakor nasional, Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Sumba Barat langsung menggelar rapat internal untuk membahas langkah antisipasi dampak kenaikan BBM terhadap harga bahan pokok.
Kepala Dinas Koperindag menegaskan bahwa kondisi harga di Sumba Barat masih relatif aman. Selain itu, Bulog daerah melaporkan stok beras sekitar 800 ton dan minyak goreng sekitar 5.010 liter, sementara bantuan pangan terus disalurkan kepada masyarakat di beberapa kecamatan. (Jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....