Sinode GMIT Bersama Pemkot Kupang Jalin Kolaborasi Pelayanan SADHA

  • 08 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) bersama Pemerintah Kota Kupang menggagas kolaborasi menangani tingginya angka kasus HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerja sama ini berfokus pada kegiatan edukasi, pendampingan, dan pelayanan kesehatan bagi Saudara dengan HIV/AIDS (SADHA).

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, di rumah jabatan Wali Kota Kupang menegaskan bahwa salah satu fokus utama dalam gerakan ini adalah transformasi cara pandang masyarakat terhadap penderita.

“Hal paling mendasar yakni perubahan cara pandang. Para penderita tidak lagi disebut sebagai ODHA, tetapi SADHA (Saudara dengan HIV/AIDS) untuk menolak stigma dan menegaskan martabat manusia, sebab mereka membutuhkan dukungan yang penuh,” kata Samuel B. Pandie, Rabu 6 Mei 2026.

Sebagai bentuk aksi nyata, Majelis Sinode GMIT telah memiliki modul pendampingan komprehensif. Program ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pelaksanaan lokakarya, pendampingan pastoral dan spiritual, penyaluran diakonia, hingga produksi video edukasi guna menekan angka persebaran kasus di Kota Kupang.

Sementara itu Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan data yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perbaikan sistem pendataan oleh Dinas Kesehatan guna mengungkap krisis yang selama ini tidak terdeteksi dengan baik.

“ Ini hanyalah puncak dari krisis yang tersembunyi selama ini, tingginya angka ini bukan baru terjadi pada tahun 2025, salah satu penyebabnya adalah minimnya pendidikan kesehatan seksual. Pemerintah Kota akan mendukung penuh kerja sama ini melalui materi HIV/AIDS, pendampingan kesehatan, hingga penanganan SADHA,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Pemerintah Kota Kupang dan Sinode GMIT akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kerja sama teknis nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang guna memastikan implementasi program berjalan efektif di lapangan. (humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....