Kemendikdasmen dan Pemda NTT Sinkronkan Kebijakan Pendidikan

  • 07 Mei 2026 18:22 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Program dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah di Aula Hotel Aston Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin 4 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas sumber daya manusia di NTT.

Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Bumi Flobamora. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Hanya SDM yang hebat yang mampu mengelola potensi besar NTT dengan baik. Pendidikan mencakup berbagai aspek, termasuk motorik dan pembentukan karakter, yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan kita,” Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, kepada RRI.CO.ID, Senin, 4 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, turut memberikan catatan kritis terkait kondisi pendidikan di NTT. Ia menyoroti pentingnya data akurat mengenai sekolah rusak dan tingginya angka anak putus sekolah meski bantuan Program Indonesia Pintar terus meningkat.

“Pendidikan adalah pondasi bangsa. Tidak ada bangsa besar tanpa guru yang kuat, tidak ada daerah maju tanpa sekolah yang hidup, dan tidak ada masa depan cerah tanpa integritas guru yang baik,” ucap Anita.

Ia juga meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap fasilitas dasar guru terutama dalam menghadapi tuntutan digitalisasi pendidikan, menurutnya pelatihan guru harus menyentuh persoalan mendasar seperti gizi, stunting, hingga akses pendidikan di daerah terpencil. Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah pada tahun 2025 fokus pada revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

“Infrastruktur fisik melekat erat dengan mutu. Jika sekolah aman dan nyaman, hasil belajar anak didik akan jauh lebih baik,” ucap Abdul Mu’ti.

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyediaan perangkat digital di 288.865 satuan pendidikan, akses internet di 1.852 titik, serta penyediaan listrik di 2.389 satuan pendidikan. Selain itu, pemerintah juga menekankan metode pendidikan tanpa kekerasan dan penguatan kualitas kepala sekolah melalui program Guru Penggerak.

Mewakili kepala daerah se-NTT, Bupati Kupang, Yosef Lede, menyampaikan berbagai tantangan pendidikan di wilayah pelosok. Ia menyoroti kondisi geografis yang membuat sebagian siswa harus berjalan hingga tujuh kilometer menuju sekolah serta keterbatasan jaringan internet yang menghambat program digitalisasi.

“Terkait pemerataan guru, kendalanya bukan hanya jumlah, tapi juga distribusi ke daerah terpencil. Kami berharap tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil dapat merata agar guru memiliki motivasi lebih untuk mengabdi di pelosok,” ujar Bupati Kupang, Yosef Lede.

Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTT, mulai dari perbaikan sarana dan prasarana hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Wali Kota Kupang, para bupati dan wakil bupati se-NTT, kepala dinas pendidikan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Dirjen PAUD Dikdasmen, staf khusus menteri, kepala UPT Kemendikdasmen se-NTT, tokoh pendidikan, serta insan pers. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....