Sinode GMIT GMKI Kupang Teken MoU Pemberdayaan Masyarakat

  • 07 Mei 2026 14:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dibidang pelayanan dan pengembangan Sumber Daya Manusia dan Tri Panji GMKI. MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel Benyamin Pandie dan Ketua GMKI Cabang Kupang Andraviani F. U. Laiya disaksikan oleh Ketua UPP. Hubungan Oekumenes dan Kemitraan Majelis Sinode Pdt. Leny Flolinda Mansopu dan Pengurus GMKI Cabang Kupang.

MoU tersebut mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, riset kolaboratif, dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi dengan berbagai kegiatan ilmiah serta advokasi berkelanjutan terhadap sumber daya alam dan budaya. Fokus utama kerja sama ini juga menyasar pada pendampingan kemanusiaan bagi perempuan dan anak di Rumah Harapan GMIT, penguatan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan pemuda dari tingkat desa hingga internasional melalui kaderisasi dan aksi nyata yang komprehensif di berbagai bidang pelayanan masyarakat.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam sapaannya menyoroti situasi menggelisahkan di NTT yang dipicu oleh dampak perang transnasional dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, beban terberat dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi ini sepenuhnya dipikul oleh masyarakat miskin.

“Untuk masyarakat kelas atas, kondisi ini mungkin terasa aman dan tidak menjadi soal. Masyarakat kelas menengah pun masih mampu bertahan. Namun, bagi masyarakat kelas bawah, merekalah yang akan menanggung dampak paling sulit. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita perbuat untuk mereka,”Kata Samuel Pandie, Rabu 6/5/2026.

Sementara itu Ketua GMKI Cabang Kupang Andraviani Laiya menegaskan bahwa persoalan kemanusiaan global dan lokal merupakan panggilan pelayanan bagi organisasi mahasiswa tersebut. “GMKI tidak hanya fokus pada urusan internal organisasi semata, tetapi juga Isu-isu global seperti dampak perang dan kemiskinan menjadi perhatian serius kami. Salah satunya mengelola lahan pertanian produktif,” ungkapnya.(humas/anna).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....