BMKG: Monsun Australia Menguat, NTT Masuki Peralihan Musim Kemarau

  • 02 Mei 2026 12:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena penguatan Monsun Australia terpantau dalam beberapa hari ke depan dan diperkirakan akan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penguatan monsun ini menyebabkan peningkatan aliran massa udara dari Australia menuju Indonesia.

“Massa udara tersebut umumnya bersifat kering sehingga berpotensi menurunkan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah,” kata Kepala Stasiun Klimatologi kelas II, Rahmatulloh Adji di Kupang, Sabtu, 2 Mei 2026.

Adji menambahkan berdasarkan analisis angin zonal timur-barat, saat ini didominasi oleh angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu indikator peralihan musim dari penghujan menuju kemarau secara bertahap.

“Di wilayah NTT, dampak dari fenomena ini mulai dirasakan dengan kecenderungan berkurangnya hujan. Hal ini sejalan dengan karakteristik monsun Australia yang identik dengan kondisi kering,” jelasnya.

Peluang curah hujan di NTT pada dasarian I Mei 2026 diprediksi berada pada kategori rendah. Curah hujan diperkirakan berkisar antara 20 hingga 50 milimeter per dasarian dengan probabilitas mencapai 91 hingga 100 persen.

Perubahan kondisi atmosfer ini menandakan bahwa sebagian wilayah NTT mulai memasuki periode awal musim kemarau.

“Masyarakat diharapkan dapat mulai beradaptasi dengan perubahan tersebut,” tegas Adji.

Kondisi cuaca yang dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu juga perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Perencanaan kegiatan sebaiknya mempertimbangkan informasi cuaca terkini.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Langkah ini penting guna mengantisipasi potensi dampak perubahan cuaca yang terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....