NTT Diprediksi Curah Hujan Rendah Awal Mei 2026

  • 02 Mei 2026 12:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Peluang curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada dasarian I Mei 2026 diprediksi berada pada kategori rendah. Kisaran curah hujan diperkirakan mencapai 20 hingga 50 milimeter per dasarian dengan tingkat probabilitas cukup tinggi, yakni antara 91 hingga 100 persen.

Kepala Stasiun Klimatologi kelas II, Rahmatulloh Adji di Kupang, Sabtu, 2 Mei 2026 mengatakan kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah NTT akan mengalami intensitas hujan yang minim pada awal Mei.

“Situasi tersebut menjadi indikasi awal peralihan menuju musim kemarau di sejumlah zona musim di daerah ini,” jelas Adji.

Sementara itu, ia menegaskan hasil analisis curah hujan pada dasarian III April 2026 menunjukkan variasi kategori, mulai dari hujan rendah hingga menengah. Curah hujan tercatat berkisar antara 0 hingga 150 milimeter per dasarian di beberapa wilayah.

Selain itu, pola hari hujan dan hari tanpa hujan di NTT umumnya tergolong dalam kategori sangat pendek, yakni hanya berlangsung sekitar 1 hingga 5 hari. Kondisi ini menandakan distribusi hujan yang tidak merata dan cenderung singkat.

Meski demikian, terdapat pula beberapa wilayah yang mengalami hari tanpa hujan dengan kategori pendek, yaitu berkisar antara 6 hingga 10 hari.

“Hal ini semakin menguatkan indikasi berkurangnya intensitas hujan di sejumlah daerah,” tambahnya.

Memasuki awal Mei, beberapa zona musim di NTT dilaporkan telah mulai memasuki musim kemarau. Perubahan musim ini perlu diantisipasi oleh masyarakat, terutama dalam pengelolaan sumber daya air.

“Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan penghematan penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari. Langkah ini penting guna menjaga ketersediaan air bersih selama periode kemarau berlangsung,” imbau Adji.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Konsumsi air yang cukup menjadi hal penting untuk menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....