45 CPMI NTT Ikuti Pembekalan Intensif
- 30 Apr 2026 11:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang — Sebanyak 45 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Nusa Tenggara Timur mengikuti Uji Pembekalan Pekerja Migran (UPP) yang digelar oleh BP3MI NTT, sebagai tahap penting sebelum keberangkatan ke luar negeri.
Para peserta dibagi dalam dua kelas dan berasal dari 19 perusahaan penempatan, dengan tujuan kerja ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, hingga Bulgaria.
Ketua Tim OPP BP3MI NTT, Yulia Rachmawati Wahyudi, menjelaskan bahwa pembekalan diberikan secara menyeluruh selama 10 jam pelajaran.
| Baca juga: Mahasiswa KKN Harus Jadi Mitra Masyarakat |
“Materi yang kita berikan meliputi perjanjian kerja, hak dan kewajiban pekerja migran, perundang-undangan negara tujuan, budaya, narkoba, dan motivasi. Ini penting agar mereka bisa bekerja secara aman,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap kontrak kerja dan hukum negara tujuan menjadi fondasi utama untuk melindungi diri selama bekerja di luar negeri. Selain itu, materi budaya juga diberikan agar para CPMI mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
BP3MI NTT juga menaruh perhatian pada aspek pencegahan, khususnya terkait bahaya narkoba. Dari hasil pembelajaran menggunakan instrumen evaluasi, masih ditemukan peserta yang belum memahami secara utuh risiko penyalahgunaan narkotika.
“Masih ada yang belum paham, sehingga ini menjadi perhatian kami dalam pembekalan,” tambah Yulia.
Selain aspek teknis, penguatan mental dan motivasi menjadi bagian penting dalam UPP. Hal ini untuk memastikan para CPMI memiliki tujuan yang jelas dan tidak berangkat hanya karena ikut-ikutan.
Setelah mengikuti pembekalan, para peserta harus melalui proses verifikasi dan sertifikasi dokumen sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Sebagian di antaranya dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat.
Malaysia menjadi negara tujuan terbanyak, dengan rencana penempatan sekitar 40 orang, disusul Singapura dan Bulgaria.
Salah satu peserta, Novi, mengaku kembali bekerja ke luar negeri demi meningkatkan perekonomian keluarga dan pendidikan anak-anaknya.
“Saya pernah bekerja di Rusia, lalu pulang dan mencoba usaha. Tapi karena belum berkembang, saya memutuskan kembali bekerja ke luar negeri,” ungkapnya.
Ia mengingatkan calon pekerja migran lainnya untuk menempuh jalur resmi agar lebih aman dan terlindungi.
Dengan pembekalan ini, BP3MI NTT berharap seluruh CPMI dapat berangkat dengan kesiapan yang matang, baik secara pengetahuan, mental, maupun legalitas, sehingga mampu bekerja secara profesional di negara tujuan. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....