Ketua Pordasi Umbu Rudi Kabunang Usulkan Pacuan Kuda Tradisional Masuk PON
- 29 Apr 2026 10:46 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Anggota DPR RI Komisi XIII, Umbu Rudi Kabunang selaku Ketua Pordasi NTT telah mengusulkan agar pacuan kuda tanpa pelana ditetapkan sebagai cabang olahraga resmi dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Usulan tersebut didorong oleh potensi besar yang dimiliki masyarakat Sumba dalam tradisi berkuda. Kini kuda asli sunba yang di pacu tanpa pelana suda masuk sebagai bagian dari cabang olahraga PON.
Umbu Rudi menyampaikan, selama ini pembinaan dan kompetisi pacuan kuda di tingkat nasional lebih berfokus pada kuda dengan pelana. Padahal, di Sumba, praktik berkuda tanpa pelana merupakan bagian dari budaya sekaligus kekuatan utama yang belum terakomodasi dalam sistem olahraga nasional.
“Selama ini kita berkutat pada kuda pelana. Sementara di Sumba, hampir semua masyarakat terbiasa dengan kuda tanpa pelana. Ini potensi yang belum dimanfaatkan,” kata Umbu Rudi.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut telah dibicarakan dengan pengurus organisasi pacuan kuda di tingkat pusat dan akan diajukan secara resmi melalui pemerintah daerah hingga ke tingkat nasional. Menurut dia, daerah memiliki ruang untuk mengusulkan cabang olahraga baru dalam PON.
Selain sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga, Umbu Rudi menilai pengakuan terhadap pacuan kuda tanpa pelana juga akan memperkuat identitas budaya lokal dalam panggung nasional.
Lebih lanjut, ia menyoroti keunggulan Sumba dalam hal jumlah dan kualitas kuda. Dalam satu kegiatan pacuan, jumlah kuda yang dilibatkan di Sumba dapat mencapai ratusan hingga lebih dari seribu ekor, jauh melampaui daerah lain.
“Di beberapa negara atau daerah lain mungkin hanya ratusan, tetapi di Sumba bisa lebih dari seribu. Ini menunjukkan kapasitas yang kita miliki,” ujarnya.
Umbu Rudi juga menekankan potensi dampak ekonomi yang akan muncul apabila cabang olahraga tersebut masuk dalam PON. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat menggerakkan sektor usaha masyarakat, seperti penyediaan pakan, kandang, hingga akomodasi.
“Jika ini terealisasi, akan ada perputaran ekonomi yang signifikan di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya siap berkomitmen untuk mengawal pengembangan cabang olahraga tersebut secara berkelanjutan apabila telah diakui secara resmi.
Menurut Umbu Rudi, langkah ini bukan hanya tentang menambah cabang olahraga, tetapi juga membuka peluang bagi daerah untuk berprestasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor berbasis budaya lokal. (jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....