Yayasan Alfa Omega Sinode GMIT Panen Padi Organik

  • 27 Apr 2026 11:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Yayasan Alfa Omega Sinode GMIT melakukan panen Perdana padi organik di lahan seluas satu hektar di Tarus, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi ini merupakan langkah strategis yayasan untuk memulai pengelolaan beras premium yang berorientasi pada aspek kesehatan dan kualitas tinggi.

Padi varietas Ciherang yang dipanen tersebut merupakan bagian dari pilot project pertanian organik di atas lahan total seluas lima (5) hektar. Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar dua (2) ton beras dalam sekali panen, dengan frekuensi dua kali masa tanam dalam setahun.

Ketua YAO GMIT, Pnt. Nitanel Pandie, menyatakan bahwa fokus utama program ini adalah kualitas produk untuk pasar yang selektif. Menurutnya, penggunaan sistem organik bertujuan menghasilkan komoditas yang berfungsi sebagai produk kesehatan.

“Sejak awal, YAO berorientasi pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Saat ini, produk dengan merek Beras ALFA OMEGA GMIT sedang dalam proses uji standar dan sertifikasi di Surabaya,” Kata Nitanel Pandie, Senin 20 April 2026.

Sementara itu Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Ia menyebut langkah ini sebagai gerakan awal optimalisasi lahan milik gereja dan jemaat.

“Ini menjadi sebuah legacy bagi gereja ke depan. Gereja tidak boleh stagnan, harus ada inovasi dan kreativitas baru untuk menjawab kebutuhan hidup jemaat di bidang pangan dan kemandirian ekonomi,” ucapnya.

Melalui pengembangan pertanian organik ini, YAO GMIT berupaya mengintegrasikan pelayanan gerejawi dengan upaya nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....