Peringatan Hari Otonomi Daerah, Wagub NTT: Sinergi Pusat dan Daerah
- 26 Apr 2026 07:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma memimpin langsung upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu 2026 April 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda serta para ASN lingkup Pemprov NTT.
Mengawali amanatnya, Wakil Gubernur NTT menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah. Oleh karenanya ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi suksesnya pelaksanaan otonomi daerah.
“Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh komponen masyarakat yang telah berkontribusi nyata dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah. Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” kata Wakil Gubernur NTT.
Wakil Gubernur menjelaskan, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 kali ini yang mengusung tema ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’, menekankan pada ikhtiar memperkuat sinergi antara pusat dan daerah serta mempercepat pemerataan pembangunan. Sehingga segala program dan kebijakan daerah harus selaras dan mendukung tercapainya Asta Cita.
“Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini juga harus menjadi momentum bagi kita untuk memaknai otonomi daerah bukan sekadar pemberian kewenangan dari pemerintah pusat. Otonomi daerah adalah amanah, tanggung jawab, dan juga kesempatan emas untuk membangun daerah kita sendiri sesuai dengan potensi, karakter, dan kearifan lokal yang kita miliki,” ujar Wagub Johni Asadoma.
Ia juga mengatakan, selama 30 tahun pelaksanaan otonomi ini, Provinsi NTT telah menorehkan banyak catatan positif dan perubahan nyata, seperti pembangunan infrastruktur yang semakin merata hingga ke pelosok desa, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat, yang mana tentu semuanya merupakan bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita.
“Namun demikian, berbagai tantangan masih harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu, semangat otonomi daerah harus terus kita perkuat melalui inovasi, kerja keras, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, agar setiap langkah pembangunan yang kita lakukan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Asta Cita di daerah maupun secara nasional,” ujarnya.
Inovasi dan kreativitas menurut Johni Asadoma bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus dikembangkan oleh setiap pemerintah daerah. Dengan berinovasi dan kreatif, setiap daerah akan mampu menghadirkan solusi yang lebih cepat, tepat, dan efektif dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTT juga terus memberikan perhatian serius terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai langkah inovatif. Salah satunya melalui program One Village One Product (OVOP) yang mendorong setiap desa mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan ruang pemasaran yang lebih luas dengan membentuk NTT Mart di 22 kabupaten/kota sebagai wadah promosi dan distribusi produk-produk lokal. Upaya ini merupakan bentuk nyata agar otonomi daerah dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan Asta Cita.
"Kita berharap langkah-langkah ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui dukungan, partisipasi, dan kolaborasi dari seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas,” ucapya.
Lebih lanjut, Wagub Johni menyebutkan Pemerintah Provinsi NTT juga terus mendorong dan mendukung penyelenggaraan berbagai event, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi wahana strategis untuk memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah, menarik investasi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk dan pariwisata NTT.
Mantan Kapolda NTT ini mengatakan, melalui semangat inovasi dan kolaborasi, pihaknya optimis bahwa berbagai program dan inisiatif akan semakin memperkuat peran otonomi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, yang bisa berkontribusi nyata dalam mewujudkan Asta Cita. Ia jugaenekakan, kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dijelaskan Wagub Johni, menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah.
Ia meyakini dengan hubungan yang harmonis, koordinasi yang kuat, serta pembagian peran yang jelas antara pusat dan daerah, akan menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Putra daerah asal alor ini mengajak semua elemen terkait untuk menjadikan peringatan Hari Otonomi Daerah sebagai momentum untuk memperbaharui semangat kerja, meningkatkan sinergi, dan melanjutkan pembangunan NTT yang lebih Maju, Sehat, Cerdas dan Berkelanjutan.
"Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak bagi terwujudnya pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih prima, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....