Fatubena Disiapkan Jadi Episentrum Pramuka NTT

  • 23 Apr 2026 20:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Penyelenggaraan Jambore Cabang VI di Kota Kupang tidak hanya menjadi ajang kebangkitan gerakan kepanduan, tetapi juga menandai arah baru kebijakan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pembinaan generasi muda dengan isu lingkungan dan tata ruang kota. Pemerintah Kota Kupang mulai memposisikan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai kawasan strategis berbasis edukasi ekologis.

Lahan seluas sekitar 6 hektare yang digunakan dalam kegiatan jambore dibagi menjadi dua fungsi utama: ruang aktivitas kepanduan dan zona konservasi. Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari desain pembangunan jangka panjang yang tidak lagi memisahkan antara pembinaan karakter dan kesadaran lingkungan.

“Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab ekologis. Pramuka menjadi medium yang paling relevan untuk itu,” ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis, 23 April 2026.

Pramuka Masuk Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang cenderung seremonial, Pemkot Kupang kini mulai mengarusutamakan Gerakan Pramuka dalam kerangka pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Kegiatan jambore didesain tidak hanya berisi lomba dan keterampilan dasar, tetapi juga simulasi pengelolaan lingkungan, kerja tim berbasis proyek, serta edukasi konservasi yang aplikatif.

Ketua Kwarda NTT, Sinun Petrus Manuk, menyebut langkah ini sebagai transformasi penting. “Ini bukan sekadar kegiatan kemah. Ini model pembinaan yang mengarah pada kesiapan generasi muda menghadapi krisis lingkungan dan sosial ke depan,” katanya.

Fatubena Jadi Model Kawasan Edukasi Terbuka

Kawasan Fatubena diproyeksikan tidak hanya untuk kegiatan jambore tahunan, tetapi juga sebagai: pusat pelatihan rutin pramuka tingkat kota dan provinsi, ruang edukasi lingkungan bagi pelajar, lokasi pengembangan program kepemudaan lintas sektor.

Dengan konsep tersebut, Fatubena berpotensi menjadi outdoor learning center yang menggabungkan pendidikan non-formal, pelatihan kepemimpinan, dan konservasi alam dalam satu ekosistem.

Momentum Menuju Jambore Daerah

Kota Kupang juga tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Jambore Daerah ke-10 tingkat NTT. Ajang ini akan menjadi uji kapasitas daerah dalam hal infrastruktur, manajemen kegiatan, serta kualitas peserta.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Christian Widodo melihat momentum ini sebagai peluang memperkuat posisi Kupang sebagai pusat kegiatan kepemudaan di kawasan timur Indonesia.

Pergeseran Paradigma Pembinaan

Ketua panitia, Dedy M. M. Ballo Wangge, menambahkan bahwa minat peserta yang mencapai ratusan orang menunjukkan adanya kebutuhan ruang pembinaan yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. “Generasi muda membutuhkan wadah yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga kontekstual dengan tantangan hari ini baik sosial maupun lingkungan,” ujarnya.

Dengan pendekatan baru ini, Jambore Cabang VI tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga pijakan awal transformasi gerakan pramuka di Kota Kupang dari aktivitas tradisional menuju platform pembinaan generasi muda yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis nilai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....