Apriani Dangga dan Yosua Dicky Terpilih sebagai Duta Bahasa NTT 2026

  • 20 Apr 2026 12:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pasangan Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga dan Yosua Djakabani Dicky resmi terpilih sebagai Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi NTT di Hotel Kristal Kupang, pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTT ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan melahirkan generasi muda sebagai figur teladan (role model) dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono, S.Pd., M.A., saat Malam Penganugerahan Duta Bahasa 2026 di Hotel Kristal Kupang, kepada RRI menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda agar mampu menjadi “influencer kebahasaan” di lingkungan masing-masing. “Pemilihan Duta Bahasa ini diharapkan mampu mendorong generasi muda menjadi role model dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus menjaga bahasa daerah serta meningkatkan kemampuan bahasa asing,” ujarnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono. (Foto: RRI/Delvin)

Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme peserta dari tahun ke tahun tetap tinggi, bahkan semakin beragam dengan keterlibatan peserta dari berbagai daerah di NTT. Menurutnya, kualitas peserta tahun ini cenderung meningkat meskipun jumlahnya mengalami fluktuasi.

Duta Bahasa Putra Terpilih, Yosua Djakabani Dicky menyampaikan bahwa keikutsertaannya berangkat dari pengalaman hidup dan panggilan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya di Sumba. Ia menilai ajang Duta Bahasa sejalan dengan misi pengabdian yang sedang ia jalankan.

Sementara itu, Duta Bahasa Putri Terpilih, Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga mengungkapkan bahwa dirinya tumbuh dalam lingkungan literasi dan telah lama terlibat bersama Balai Bahasa sejak masih di bangku sekolah. “Saya tumbuh bersama dunia literasi dan telah mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan sejak kecil. Kini, saya bersyukur dapat kembali berkontribusi dalam advokasi literasi dan Trigatra Bangun Bahasa,” ucapnya.

Keduanya berkomitmen untuk menjalankan program kerja (krida) yang telah disusun serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat nasional. Baik Apriani maupun Yosua berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan literasi dan kebahasaan di NTT.

Buta Bahasa 2026, Apriani Dangga (kiri) dan Yosua Dicky (kanan). (Foto: RRI/Delvin)

Mereka juga bertekad untuk tampil maksimal dalam ajang tingkat nasional yang akan datang, termasuk mengangkat kembali nilai-nilai budaya dan bahasa daerah melalui berbagai program kreatif. Ajang Duta Bahasa NTT 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda NTT terus bergerak aktif dalam menjaga keseimbangan antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di tengah tantangan globalisasi. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....